CELOTEH

4 Kunci Bonus Demografi

EMPAT KATA KUNCI BONUS DEMOGRAFI

Bernard M,
Koordinator KPBD Bhakti Nusantara, Pekanbaru – Riau

Ini adalah empat kata yang menjadi kunci bagi Indonesia di era bonus demografi yang akan merata di Indonesia pada tahun 2020-2035.

  1. YOUNG.

Muda mewakili istilah usia produktif pada era bonus demografi. Melihat data, sekitar 34 % penduduk kita nantinya akan dipenuhi usia 15-34 tahun. Dunia luar sekarang mengibaratkan Indonesia adalah “sexy women” yang perlu dipenuhi kebutuhannya dengan produk yang berbau gaya hidup, gengsi, dan prestise.

Perhatikan sekarang toko online dalam bentuk market place. 99 % bisa kita lihat secara nyata, produk yang ditawarkan adalah produk yang berbau “tampilan” bukan lagi fungsi atau pun kebutuhan. Produk seperti gadget, pakaian, sepatu, jam tangan dan banyak lagi semuanya lebih ingin menunjukkan“ kelas”. Bagi pebisnis ini adalah “lahan basah” yang harus segera di tanami dengan cepat agar panennya lebih lama dan lebih banyak.

  1. BIG MARKET.

Para pebisnis sangat paham melihat trend. Ketika Jack Ma mendirikan Alibaba tahun 90an, masyarakat dunia belum banyak memamfaatkan daya ungkit internet.  Jack Ma melihat trend, bahwa internet adalah masa depan dunia penjualan.

Pebisnis yang peka, bukan hanya melihat trend yang sekarang terlihat, tapi juga menganalisa, menyelidiki dengan survei, dan turun ke lapangan untuk langsung memastikan apakah hasil penelitian sebuah informasi memang sudah terjadi.

Khusus Indonesia, pasar wisata terbuka lebar, tapi yang  terlihat belum terlalu spesifik dan masih sekedar tampilan luar.

Era bonus demografi yang memiliki pasar yang sangat besar dan butuh solusi yang tidak hanya sesaat tapi bisa berefek pada masyarakat, mendukung program pemerintah, dan syukur-syukur bisa menjaga alam.

Hutan wisata belum terlalu dilirik oleh  Kementerian Pariwisata atau pebisnis, padahal melihat jumlah hutan di Indonesia yang besar, kita bisa memamfaatkan hutan sebagai hutan wisatas ekaligus membangkitkan kecintaan masyarakat perlunya menjaga hutan.  

Ibarat pepatah lama mengatakan “sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui”.  Ini bisa terjadi jika pemerintah serius ingin menjaga hutan sambil memberdayakan masyarakat.

  1. MIDDLE CALSS.

Era bonus demografi akan meningkatkan konsumsi masyarakat. Kebutuhan semakin meningkat dan ekomi akan kuat. Inilah harapan era bonus demografi yang segera akan kita terima satu kali dalam satu abad.

Karena ini tidak terjadi terus menerus dan ada batasnya, kelas menengah di Indonesia akan sangat berpengaruh dalam lingkaran ekonomi. Kelas menengah akanfull  power dalam membelanjakan uangnya untuk memenuhi gaya hidupnya ( 2010 perkapita kelas menengah  3000 dollar USA ). Kita juga bisa istilahkan kelas menengah dengan “OKB” alias orang kaya baru.

Kelas OKB tentu saja baru menikmati masa hasil kerja kerasnya dan secara alami kebanyakan mulai merubah penampilan dan gaya hidupnya. Yang biasa pakai mobil di bawah 200 juta, sekarang sudah menggunakan mobil sedan 400 jutaan.  Yang Biasa mengunakan jam yang hanya menunjukkan waktu, sekarang mulai memakai jam bermerek. Dan yang pasti gaya berpakaian pun diubah untuk meningkatkan prestise di depan kolega bisnis dan lingkungan masyarakatnya.

Cukup jelikah kita sebagai pebisnis melihat celah pasar middle classini ?

4. INTERNET.

Siapapun sekarang bisa terkenal. Siapapun sekarang bisa menjadi pebisnis.Siapapun sekarang bisa ahli dalam hitungan jam.Kok bisa? Inilah zaman dimana kekuatan internet sudah mirip dengan tokoh pahlawan di komik dan televisi.

Mengapa saya katakan demikian? Karena di era ini, cukup dengan hitungan detik saja anda sudah bisa membagikan pekerjaan, hasil karya, dan produk anda.

Cukup dengan hitungan menit, melihat tutorial yang tersedia gratis anda sudah bisa membuka toko oline dan menjual barang barang yang anda rasa dibutuhkan orang lain. Hebatnya lagi anda tidak harus menjaga toko anda terus menerus agar tidak kehilangan pelanggan atau pun kemalingan.

Kalau dulu kita perlu membeli buku, membaca penelitian kepustaka, belajar kepada orang lain secara langsung, kini hal tersebut sudah menjadi relatif dan hebatnya lagi hampir tidak mengeluarkan biaya!

Cukup dengan membukat internet anda dapat berseluncur mencari data hanya dengan kata kunci. Ribuan bahkan jutaan referensi anda bisa baca dan temukan. Jika anda orang tipe visual, internet juga menyediakan informasi dalam bentuk video.

Sungguh zaman sekarang adalah era yang sangat efisien. Hanya, bagaimana kita mengelolanyalah yang sering menjadi masalah.

Pertanyaannya sekarang, sudahkah anda melihat internet menjadi “pahlawan” hidup atau hanya “pahlawan” komik ?

***