Berita

Cegah Stunting

kosfm

ANCAMAN STUNTING :
MENGAWAL GENERASI BONUS DEMOGRAFI

ybb, 01 Januari 2017— ‘…kesehatan merupakan salah satu aspek penting untuk mendapatkan perhatian jikalau kita ingin memaksimalkan jendela peluang bonus demografi. Dan, stunting (tubuh pendek/cebol—red) merupakan persoalan tumbuh kembang balita, usia emas anak, yang harus dapat ditekan seminimal mungkin. Kita bisa membayangkan dampak terhambatnya pertumbuhan anak balita terhadap generasi Indonesia mendatang disaat era bonus demografi bergulir. Semakin besar jumlah stunting tentu akan mempengaruhi pula optimalisasi produktivitas usia produktif dan pada gilirannya turut mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam pemanfaatan jendela peluang tersebut…’ ujar Indragara, sekretaris eksekutif YBB, saat menyinggung relevansi aspek kesehatan terhadap kualitas sumber daya manusia dalam menjawab tantangan demografi, pada kesempatan on air di KOS 96,5FM, Jalan Dewi Sartika 24A, salah satu Radio di Kabupaten Kuningan, 31 Januari 2017 lalu.

Kehadiran Sekretaris Eksekutif YBB di Kabupaten Kuningan tersebut atas undangan Radio KOS 96,5FM yang memang dalam menyambut tutup tahun 2016, secara khusus mengemas acara talkshow sebagai salah satu program untuk turut serta mensosialisasikan tentang era bonus demografi bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. ‘…isu bonus demografi ini masih sangat jarang diperbincangkan, bahkan mungkin saya yakin untuk masyarakat kuningan sendiri banyak yang belum pernah mendengar isu tersebut. Oleh karenanya, setelah browsing di internet, kami tertarik untuk mentayangkannya di salah satu program tutup tahun 2016. Alhamdulillah, setelah membuka situs ybb.or.id, kami dapat berkomunikasi dengan salah seorang pengurus yang berkenan untuk mengisi acara tersebut…’ ujar Restu, yang bertanggungjawab atas program ‘bincang-bincang’ di KOS 96,5FM.

Dalam penjelasannya, Indragara juga menyampaikan bahwa berdasarkan data prediksi pertumbuhan penduduk pada dasarnya sampai tahun 2020 mendatang Kabupaten Kuningan belum masuk periode bonus demografi. ‘…berdasarkan data BPS Kabupaten Kuningan, jumlah penduduk usia produktif diprediksikan berada pada 100 berbanding 50,90 persen. Saya sangat berharap, BPS Kabupaten Kuningan bisa melengkapi, sekurangnya hingga tahun 2035 sehingga kita bisa tahu kapan Kabupaten Kuningan bisa masuk di periode bonus demografi itu. Sebab secara nasional, diperkirakan puncak bonus demografi terjadi berkisar tahun 2028 hingga 2031…’

Indragara berharap juga update tentang perkembangan kesehatan, terutama terkait gizi dan stunting pada anak balita oleh instansi terkait terus dilakukan. ‘…saya sudah mencoba untuk mencari melalui data sekunder, untuk data gizi dan stunting masing-masing provinsi, kota dan kabupaten terakhir pada tahun 2007, sedangkan untuk tingkat nasional setelah saya cek ke mitra kerja YBB juga dibenarkan bahwa data mutahir yang mereka dapatkan dari Kementerian Kesehatan itu data tahun 2013…’ ungkapnya. Lebih lanjut, indragara mengemukakan bahwa bahwa untuk stunting di Kabupaten Kuningan sekitar 35%, ‘…kita berharap, setelah 10 tahun tentu jumlah tersebut telah menurun, sebab jika angka masih bertengger di atas 30an persen tentu akan sangat mengganggu bagi lahirnya generasi unggul di-kemudian hari. WHO telah menetapkan ambang batas toleransi stunting maksimal sekitar 20% atau seperlima dari jumlah balita…’ katanya.

Salah satu faktor yang menyebabkan stunting itu, diantaranya, masalah Gizi. Harus diakui bahwa masalah gizi masih merupakan persoalan serius yang harus segera dipecahkan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2013, dari 496 Kab/kota yang dianalisis, 404 Kab/Kota mempunyai permasalahan gizi yang bersifat akut-kronis; 20 Kab/Kota mempunyai permasalahan gizi yang bersifat kronis; 63 Kab/Kota mempunyai permasalahan gizi yang bersifat akut; dan 9 Kab/Kota yang tidak ditemukan masalah gizi.

Jelang akhir wawancara, Radio KOS 96,5FM menyampaikan minatnya untuk membentuk Komunitas Peduli Bonus Demografi (KPBD) di Kabupaten Kuningan sebagaimana disampaikan Endang Kandar, Komisaris PT. Radio Bhakti Sangkuring, selaku pengelola KOS 96,5FM. ‘…kami akan terus berkomunikasi dengan YBB untuk mensinerjikan program KPBD yang rencananya dalam waktu dekat akan kami bentuk sebagai salah satu aktivitas dan program KOS 96,5FM. Sehingga melalui kegiatan KPBD nantinya, pemerintah dan masyarakat Kuningan sudah mempersiapkan diri secara lebih baik guna menyongsong era yang sangat penting dan strategis bagi kita semua, bangsa Indonesia pada umumnya, dan masyarakat Kuningan pada khususnya…’ ujarnya.

sb: esispr//