Berita

Edukasi Dampak Tembakau

anindita

PENGEMBANGAN PROGRAM KERJA KPBD
MELALUI EDUKASI DAMPAK TEMBAKAU DAN PENGUATAN KAPASITAS

Ybb, 05 Januari 2017— ‘…untuk tahun 2017 ini, CISDI memplotkan tiga program utama yang akan dijadikan fokus kegiatan kami, yaitu pertama tetap terus menggalakan kegiatan edukasi dampak tembakau bagi kalangan pelajar. Kedua, membantu optimalisasi kesehatan ibu dan anak, khususnya ibu sedang hamil dan akan balita sehingga orientasi kegiatannya nanti lebh kearah, diantaranya, membantu pengembangan dan peningkatan mutu pelayanan posyandu. Ketiga, menyelenggarakan pelatihan pengembangan kapasitas diri bagi komunitas-komunitas kaum muda, utamanya terkait dengan manajemen organisasi…’ ungkap Anindita Sitepu, Direktur Program CISDI, saat menerima sekretaris eksekutif YBB, Indragara, di kantor pusat CISDI, Jalan Cikini Kecil, Jakarta Pusat, kemarin 04 Januari 2017.

Kunjungan Indragara ke kantor pusat CISDI dalam rangka mensinerjikan program kerjasama antara YBB – CISDI untuk tahun 2017 ini. ‘…terakhir pada bulan Oktober tahun 2016 lalu, kami telah bersama melaksanakan kegiatan edukasi dampak tembakau di SMP Kosgoro Kota Bogor, nah untuk tahun 2017 ini dengan terbentuknya KPBD (Komunitas Peduli Bonus Demografi —red) dibeberapa daerah tentunya kami berharap dukungan CISDI agar edukasi dampak tembakau sebagai bagian dari program KPBD dapat dilaksanakan. Satu contoh, KPBD Pekanbaru dalam waktu dekat akan bersinerji dengan Pemerintah Provinsi Riau dimana salah satu program yang akan ditawarkan adalah terkait program tersebut. Demikian pula, akhir Desember kemarin, kawan-kawan dari Kabupaten Kuningan menginformasikan akan menggandeng forum OSIS sekolah-sekolah di Kabupaten Kuningan untuk menyelenggarakan hal yang sama…’ kata Indragara, terkait maksud tujuan kehadirannya di CISDI. Lebih lanjut dikatakan pula bahwa program edukasi dampak tembakau ini memiliki relevansi dengan upaya membangun generasi muda yang sehat agar nantinya mereka dapat optimal memanfaatkan jendela peluang bonus demografi.

Hal tersebut di-iya-kan Anindita yang melihat kolerasi erat antara kesehatan prima kaum muda dengan keberhasilan memanfaatkan peluang era bonus demografi. Anindita berkeyakinan bahwa dengan meminimalisasi penggunaan tembakau oleh kawula muda, khususnya mulai sejak dini ketika diusia rentan pencarian identitas diri, akan sangat bermanfaat. ‘…dari pengalaman dan referensi, penggunaan tembakau yang tidak tepat guna dan sasaran malah berdampak buruk terhadap kesehatan, saya kira semua orang tahu akan hal itu. Bahkan efek negatif-nya sudah dicantumkan dengan terbuka pada produk tembakau (kemasan rokok —red). Kami menginginkan terwujudnya kaum muda yang sehat sebagai bagian dari kontribusi kami dalam perspektif bonus demografi…’ ujarnya.

Selain edukasi dampak tembakau, baik YBB maupun CISDI sepakat untuk menyelenggarakan pelatihan manajemen organisasi bagi pengurus KPBD, yang rencananya akan diselenggarakan dalam waktu dekat, sekitar bulan Maret – April. Sebab sampai akhir Februari, CISDI memusatkan perhatian pada agenda internal yang harus tuntas dibulan tersebut. ‘…kami akan membantu melatih para pengurus KPBD agar mereka nantinya dapat mengembangkan komunitasnya dengan parameter yang jelas dan terukur, termasuknya juga memperkuat mentalitas dan karakternya. Kami sudah punya pengalaman untuk itu dengan program pencerah nusantara…’ jelas Anindita. Anindita pun menyampaikan bahwa sebenarnya program pelatihan bagi komunitas-komunitas kaum muda itu bukanlah merupakan program baru, namun untuk sekarang lingkupnya masih untuk daerah Jakarta. Tentu, kerjasama dengan YBB yang berkeinginan menyertakan KPBD-KPBD binaannya amat menarik, sehingga sinerji diantara kami akan lebih kuat dalam memberi bobot bagi upaya maksimal kami di era bonus demografi ini.

sb: esispr//