Berita

Employer Branding PLN

EMPLOYER BRANDING, PROGRAM PLN CARI TALETA TERBAIK DI UNAIR

Surabaya– PT PLN (Persero) mengemas program rekrutmen karyawan untuk mendapatkan talenta terbaik dalam “Employer Branding,” di Airlangga Convention Centre, Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Rabu (13/3).

Employer Branding yang membidik milenial ini menyadari, lebih efektif jika pesan tentang PLN disampaikan oleh para milenial dalam bahasa dan gaya mereka.

“Kami memilih istilah casting program dan bukan rekrutmen pegawai, karena PLN selalu menghadirkan perubahan sesuai kebutuhan zaman. Di era milenial ini, rekrutmen terdengar konvensional dan berkonotasi sebagai bekerja secara konvensional sebagai kewajiban mendapatkan penghasilan semata,” tutur Direktur Human Capital Management PLN, Muhamad Ali saat memberikan sambutan.

Sedangkan istilah Casting Program mengapresiasi kaum milenial dengan menghadirkan panggung bagi maha karya para milenial, yang mengekspresikan diri secara profesional, fun, up to date, dan happy sehingga layak masuk dalam in the spot light, di panggung industrial kaum milenial di dalam dan luar negeri.

Rektor Universitas Airlangga (Unair) Prof Muhammad Nasih mengatakan, ajang seperti ini dirasa cukup penting, sehingga baik para mahasiswa maupun alumni mengetahui dunia kerja secara lebih konkrit dan terstruktur, sehingga bisa mempersiapkan diri lebih baik lagi.

“Sistem rekrutmen dengan pola employer branding_ini dirasa efektif dalam menjaring potensi-potensi terbaik dari Universitas Airlangga, sehingga akan menghasilkan simbiosis mutualisme. Baik bagi Unair dan juga bagi PLN. Bagi para mahasiswa maupun alumni, seminar ini diharapkan juga mendalami proses seleksi masuk PLN dan juga melhat kinerja PLN dalam membangun bangsa dan negara,” papar Nasih.

Dalam seminar bertema “Future Electricity” yang dibawakan Muhamad Ali dan Agung Siswanto, Vice President Expert Development & PLN Group, melengkapi wawasan tentang tantangan dan peluang ke depan yang harus disiapkan oleh talenta di PLN.

“Tantangan masa depan saat ini membutuhkan sentuhan para SDM milenial yang tergambar dalam semangat energi optismisme. Itu sebabnya kami membutuhkan dukungan mereka bersama dengan para talenta muda milenial PLN dari semua unit se – Indonesia, berkarya dan mendukung berbagai produk inovasi kami,” ujar Ali.

“Kami tidak hanya ‘menjual listrik,’ melainkan melakukan berbagai inovasi dengan produksi power bank express power service PLN, SPLU (Sistem Penyedia Listrik Umum) yang saat ini manfaatnya dirasakan pengusaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk juga sudah mengantisipasi kebutuhan untuk kendaraan listrik dan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap,” lanjutnya.

Secara umum kondisi kelistrikan nasional sudah memadai. Apabila dalam kurun waktu beberapa tahun yang lalu sering terjadi pemadaman listrik, sejak rasio elektrifikasi nasional sudah mencapai di atas 97 persen (saat ini kondisi faktual 98,30 persen), maka praktis sudah tidak ada lagi pemadaman listrik, baik secara bergilir ataupun pemadaman total di satu daerah.

“Biasanya pemadaman listrik dilakukan dengan alasan pemeliharaan di satu wilayah regional, tetapi hal tersebut dilakukan secara berkala dan disertai dengan pemberitahuan,” kata Agung.

Menurut Agung, bagaimana para milenial BUMN melalui PLN dan anak-anak perusahaan, bekerja dalam suasana yang cozy, dinamis, serta mencerminkan kepedulian satu sama lain. Dalam suasana bekerja yang nyaman dan tetap mengedepankan kebutuhan para milenial siap bersaing di era Industri 4.0 ini, para milenial PLN berbagi informasi yang menggambarkan 70 persen jajaran yang berkarya terdiri dari para milenial.

PLN juga merupakan BUMN dengan aset terbesar yang harus dijaga para generasi muda penerus bangsa.

Pada kesempatan ini dijelaskan juga bagaimana para telenta muda di PLN menikmati posisinya sebagai insan manusia seutuhnya, yang tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya. Selain menjadi profesional di kantor, mereka juga memiliki kegiatan sosial tinggi dan memandang God as Stakeholder, sehingga PLN juga memiliki wadah yang namanya Employee Volunter Program atau relawan PLN. (esy/jpnn)

sumber: jpnn.com