Opini

Iman dan Pendidikan Tentukan Kehormatan

MANUSIA TERHORMAT TERCIPTA KARENA IMAN DAN PENDIDIKAN

Adalah sungguh sangat tidak berguna sama sekali untuk kehidupan kita jika memvonis seseorang dengan kata-kata yang tidak lazim, sedangkan kita sendiri tidak melakukan dakwah atau memberikan nasihat kepada orang yang kita vonis.  Sungguh.. Orang yang tidak mengerti sama sekali akan sebuah persoalan atau orang yang hanya setengah mengerti akan sebuah persoalan ketika mengeluarkan sebuah pendapat atau sebuah penilaian akan memperkeruh suasana, kondisi dan keadaan sehingga dapat mengakibatkan suasana saling mencurigai dan menimbulkan argumentasi-argumentasi yang dapat mengadu domba dan fitnah hingga menimbulkan dan mengganggu stabilitas.

Berita adalah fakta dan kisah adalah sesuatu yang tidak terjadi dalam kenyataan. Penyampaian berita tentang sebuah persoalan memikul tanggung jawab besar, dimana berita jangan sampai memberikan pemberitaan yang berada di luar garis yang menyimpang dari realitas yang sebenarnya. Perbedaan pendapat, sikap dan pandangan apalagi  yang saling berbenturan dapat membuat ketenangan sewaktu-waktu berubah kacau balau. Mereka yang tadinya saling menghormati, tiba-tiba dapat bersikap saling menyalahkan dan memicu pertikaian. Pertikaian di karenakan berita yang tidak benar adalah sebuah lelucon yang tidak lucu. Pemihakan kepada salah satu pihak yang bersengketa adalah sikap lucu yang tidak lucu.

Contoh akan kasus di atas sering sekali dalam setiap detiknya kita temui di masyarakat maupun di pemerintahan. Mungkin bisa kita nilai apakah hal ini adalah salah satu penyebab terbesar untuk orang luar dalam menilai kita bahwa “Bahwa Negara kita adalah bangsa yang berfikiran sederhana dan sangat sekali kurang berminat untuk membaca serta untuk belajar secara mendalam dan meluas”.

Mengutip perkataan Presiden Amerika John F. Kenedy “Tidak ada bangsa yang mampu mencapai kebesaran kecuali jika bangsa itu percaya pada sesuatu, dan kecuali jika sesuatu itu memiliki dimensi moral untuk menopang suatu peradaban yang besar“.

Kita hanya akan menjadi bangsa yang kukuh kalau dapat saling mengerti satu dengan yang lain. Sebenarnya bukan saja hanya saling hormat-menghormati yang di perlukan untuk memajukan kehidupan berbangsa tapi yang sangat di perlukan adalah rasa saling memiliki (sense of belonging), bukan hanya saling bertenggang rasa satu dengan yang lain. Memikul tanggung jawab untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap semua warga masyarakat akan menjadi kekuatan pelindung bagi seluruh penduduk negeri secara keseluruhan. Pengembangan rasa saling pengertian yang tulus dan berkelanjutan akan membuat kita menjadi Negara yang besar.

Saya Ini Pelaksana

Di mulai dari diri kita sendiri untuk memulai langkah awal yang baik sebelum mengajak orang lain. Perjuangan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, bahagia dan sejahtera tidak akan pernah selesai bagi seluruh unsur manusia yang masih hidup di dunia. Alam semesta telah menekankan bahwa kita sebagai manusia di perintahkan untuk tidak meratapi situasi sulit yang kita hadapi. Dan juga alam semesta mengajari kita untuk senantiasa siap menjawab tantangan apapun dengan tidak merusak alam raya beserta isinya.

Tujuan tertinggi usaha manusia adalah memperoleh peningkatan nilai kesucian manusia dalam fitrahNYA yang di anugerahkan Tuhan. Tuhan mengajarkan kepada manusia untuk saling memberi nasihat dan menerima nasihat, saling mengingatkan dan prinsipnya selalu mengajak ke arah kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dan jika ada hal-hal yang meragukan kita hendaknya maka kita mencari tahu kejelasan dan penjelasan informasi atau melalui cek dan ricek.

Pendidikan

Kesetiaan kepada bangsa dan Negara harus lebih di utamakan daripada kesetiaan kepada golongan maupun partai. Kualitas sumber daya manusia yang rendah pendidikannya akan memicu bertambah banyaknya jumlah orang yang miskin materi dan mental. Hal ini akan bisa mengakibatkan munculnya kelahiran kelompok-kelompok barisan yang sakit hati kepada Negara dan sangat mudah di tunggangi oleh banyak pihak yang mempunyai kepentingan-kepentingan terselubung yang mana sebagaian rakyat tidak tahu apa-apa. Mengeksploitasi keresahan sosial untuk menggerakan massa dan membuat ketidak stabilan sosial dengan isu-isu adalah jalan masuk gerakan ini.

Ilmu adalah syarat kesuksesan hidup setelah Iman yang memberi dasar dan landasan kepada kehidupan yang benar. Tuhan akan mengangkat orang yang beriman dan berilmu ke tingkat yang sangat tinggi karena adanya wawasan yang luas. Menunjukan dan menerapkan sikap-sikap lapang dada, toleran dan pengertian penuh kepada orang lain.

Kehidupan adalah suatu perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain.  Bersabarlah karena musim mempunyai alasan merubah segala-galanya. Begitu pula dengan fikiran kita di dalam menelaah segala sesuatunya dalam kehidupan ini. Sering sekali kita di hadapkan pada sebuah keadaan, kondisi dan situasi tertentu yang menuntut kita untuk menentukan pilihan dan memutuskan sesuatu agar apa yang ada di hadapan kita itu tidak menjadi sebuah penghalang.  Takdir kita adalah hal-hal yang proaktif yang bisa kita lakukan untuk membuat perubahan-perubahan sepanjang perjalanan kita.

Pendidikan akan memperluas cakrawala berfikir dan memperdalam wawasan di segala bidang kehidupan. Pendidikan yang berhasil akan menjadi sumber energy masyarakat, agama, bangsa dan Negara. Dengan pendidikan dan pengetahuan yang luas seorang akan lebih mengenali berbagai alternative tindakan yang tersedia sehingga dapat menemukan jalan untuk memecahkan masalah dan tidak putus asa.

Siapa Yang Salah ?

Kita akan meyalahkan siapa jika realitas yang ada di hadapan dan  lingkungan kita mengalami sebuah kemunduran atau hilangnya sebuah pedoman hidup yang selama ini di pegang oleh orang-orang sebelum kita?”.

Proses kehidupan manusia sangat seimbang dalam hukumNya untuk semua manusia jika kita bisa menelaahnya dengan baik. Kehidupan manusia selalu akan mempunyai sebuah keseimbangan dua sisi dan hal ini bisa kita lihat dengan adanya duka dan bahagia begitupun seterusnya hingga tinggal bagaimana manusia itu bisa mencernanya. Manusia menjalani hidup dalam ruang waktu yang terus bergerak di dalam dunia ini. Waktu terus berjalan dengan tanpa mundur sekejap pun ke belakang. Waktu ibarat air sungai yang mengalir dimana air yang kita lihat hari ini bukanlah air yang kemarin karena setiap tetes air akan pergi bersama detik-detik waktu yang membawanya. Begitu sungguh sangat dahsyatnya keadaan sang waktu yang dalam sekejap bisa merubah fikiran manusia dalam menelaah apa yang ada di hadapan manusia. Dengan penuh ketakjuban kita menyadari bahwa tidak ada sesuatupun yang berdaya menghadapi waktu.

Roda waktu dengan mudah dapat menghancurkan batu yang demikian besar dan keras di gunung menjadi sekecil dan selembut pasir di pantai. Waktu merubah bangunan tinggi menjulang menjadi puing-puing yang berserakan.  Waktu dapat merubah orang yang begitu pintar dan cerdas menjadi bodoh dengan fikiran dan tingkah lakunya yang keliru. Waktu juga dapat melenyapkan segala yang ada. Manusia yang paling sombong dan angkuh pun akan bertekuk lutut berhadapan dengan waktu. Bahkan dengan kekuatan waktu, setetes air yang lemah bisa membolongi batu yang keras. Dengan waktu seekor rayap bisa merubuhkan rumah yang besar. Maka dengan waktu pula kita akan mengetahui bagaimana jika kita, anak-anak kita tidak diberikan dasar pengetahuan ilmu tentang norma, etika dan agama?”. Apa yang akan terjadi pada Negara yang kita huni ini jika rakyat dan pemerintahnya tidak saling memahami tentang bagaimana arti dan makna yang terkandung dalam sebuah ilmu?”.

community.sparknotes.com

Kehidupan ada karena sang waktu dan Sejarah ada di lahirkan oleh sang waktu.  Sebuah biji pohon beringin hanya tergeletak di atas tanah jika tidak sabar menunggu waktu tumbuhnya menjadi pohon yang besar dengan akar-akar yang bergantungan kuat. Betapa besar nikmat waktu bagi mereka yang bisa menyadari keberadaannya. Mereka menghabiskan waktu dengan hal-hal yang bermamfaat. Mereka memanfaatkan waktu untuk mengabdi pada Tuhan dan untuk berbuat baik kepada sesama manusia.

Begitu juga, betapa banyak orang-orang yang tidak menghargai waktu sehingga waktu berubah menjadi bencana dan kehancuran. Mereka melalaikan waktu dan tidak pernah sadar bahwa waktu sedang menggiringnya kepada sebuah kehancuran dan kebinasaan. Sebagian manusia tidak mengetahui hakekat waktu yang mengitarinya. Bahkan di antara mereka terkadang tidak sadar sebenarnya sedang bergelut dengan waktu hingga terombang-ambing dalam sebuah paradigma di karenakan tidak mengetahui tentang ilmu pengetahuan untuk membentengi diri dari keadaan dan situasi yang sedang di hadapi.

Bahkan ada pula di antara manusia yang memandang waktu sebagai musuh. Sungguh betapa meruginya orang yang benar-benar tidak mengerti tentang hakikat sang waktu itu untuk terus dan terus di isi oleh ilmu pengetahuan. Mereka juga terkadang terjebak dan terkurung dalam lingkaran dan kubangan waktu sehingga hidup jadi terasa sempit, kaku dalam rutinitas yang membosankan.

Orang yang tidak mengetahui hakekat waktu akan hidup dalam kebingungan dan keterasingan dan juga kegelisahan. Mereka tidak mengetahui dan tidak peduli dengan perjalanan waktu yang membawanya mengarungi kehidupan. Baginya hidup adalah apa yang dapat dirasakan sekarang. Ia tidak berkaca pada masa lalu dan tidak pernah merencanakan masa depan. Ia tidak sadar bahwa hidup sedang bergerak meninggalkan masa lalu menuju masa depan hingga mencapai satu titik yang mengakhiri kehidupan yang sedang berlaku untuk dirinya.

Manusia akan terombang-ambing dalam gelombang waktu jika tidak di bentengi oleh ilmu pengetahuan yang ada di dalam kehidupannya. Pada suatu waktu merasakan kegembiraan dan pada saat yang sama juga merasakan kegelisahan. Waktu juga amat cepat merubah keadaan. Hari ini kita bahagia ternyata besok sengsara. Hari ini kita tertawa dan bisa juga lusa kita akan menangis dan begitu seterusnya. Hidup adalah sebuah perjalanan yang memerlukan kesungguhan, bekal dan perjuangan. Apakah kita tidak merasakan bahwa sesungguhnya kita semua itu sedang melaju bersama waktu menuju kematian?”.

Demikian juga orang yang memandang waktu bagaikan musuh akan terjebak ke dalam ketegangan, kegelisahan, dan kekecewaan. Ia bertarung mati-matian melawan waktu untuk memperoleh kesenangan dan kemenangan. Baginya waktu sangat penting bagi keberhasilan hidupnya. Terkadang waktu baginya begitu menakutkan sehingga ia gelisah berhadapan dengan waktu yang selalu mengejarnya. Terkadang waktu begitu menentukan sehingga setiap detik menjadi menegangkan. Mereka adalah orang-orang yang ambisius yang ingin merebut dan menikmati segalanya dengan cepat dan ingin setiap detik waktu menguntungkan dirinya dan tidak perduli dengan nasib orang lain.

Akan tetapi jika manusia memandang waktu sebagai teman, ia akan berjalan beriringan dengan waktu dengan penuh persahabatan. Ia mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat dan merasakan bahwa waktu yang ada begitu berarti dan menggembirakan. Mereka duduk di sudut waktu mengarungi samudra kehidupan menuju semesta pengetahuan. Bagi mereka hidup di dunia adalah sebuah perjalanan panjang menuju kampung akhirat yang telah dijanjikan Tuhan kepada hamba-hamba Nya. Oleh karenanya mereka mempersiapkan bekal ketauhidan, keikhlasan dan amal shaleh untuk menempuh perjalanan tersebut.

Ketika mereka mendapatkan rahmat dan kesenangan dalam waktu-waktu tertentu mereka bersyukur, dan apa bila mendapat kemudharatan dan penderitaan mereka bersabar sehingga keadaan mereka selalu dalam keadaan diliputi kebaikan. Mereka adalah potret kehidupan orang-orang shaleh yang mencari kebahagiaan dunia dan akhirat. Hidup penuh dinamika dan perubahan. Dalam hidup ada kewajiban maisyah yang merupakan gerak perekonomian umat yang sangat dinamis. Dalam hidup ada kewajiban dakwah sesuai dengan kemampuan setiap manusia yang sangat tergantung dengan keadaan lingkungan. Dalam hidup ada kewajiban silaturahmi yang memungkinkan setiap orang saling berhubungan tanpa ikatan dan kepentingan tertentu.

Orang-orang yang terjebak ke dalam lingkaran waktu seperti ini menjadi orang-orang yang tidak terlalu peduli kepentingan orang lain. Ia tidak butuh masukan dan nasehat karena merasa hidupnya telah terarah dan mapan. Mereka hanya butuh hubungan dengan orang-orang tertentu. Mereka hanya perlu teman yang mempunyai kepentingan yang sama.

Demikianlah, waktu yang demikian dahsyat terkadang membawa seseorang kepada ketenangan hidup dalam redha Allah, terkadang juga menyeret seseorang dalam kegelisahan. Maka manusia yang paling beruntung adalah mereka yang dapat memanfaatkan waktu untuk mencari kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat, dan manusia yang paling sengsara yang tergilas waktu dan terseret dalam lumpur dosa dan kemaksiatan.

Kita akan menyalahkan siapa jika di dalam kehidupan yang kita jalani ini orang-orang yang berada di sekitar kita tidak megetahui hakikat akan dirinya sendiri, agama dan bangsanya?”. Jangan jauhkan diri kita, anak-anak kita pada ilmu pengetahuan hakikat semesta raya karena sesungguhnya manusia yang terhormat itu tidak di nilai dari harta yang di punya, akan tetapi manusia terhormat terletak pada Iman dan Pendidikannya.

***