Berita

Jargon Politik Bonus Demografi

beritasatu1

BONUS DEMOGRAFI DAN JARGON POLITIK

ybb, 10/10/2017— Pengurus Yayasan Bhakti Bangsa (YBB) kembali mengajak kalangan media massa untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap berbagai tantangan dan peluang bagi bangsa Indonesia di dalam era bonus demografi. Sarwono Kusumaatmadja selaku Ketua YBB, seakan tanpa jemu, senantiasa mengingatkan bahwa saat ini bangsa Indonesia tengah mengalami suatu peristiwa demografi yang kerap disebut dengan istilah bonus demografi.

Selasa (10/10/17), media visit YBB diterima oleh Claudius V. Boekan, Pemred beserta jajaran redaksi Beritasatu News, di Berita Satu Plaza, Berita Satu Lantai 9-11 Kav. 35-36, Jl. Jend. Gatot Subroto, RT.6/RW.3, East Kuningan, South Jakarta City, Jakarta 12950.

Pada pertemuan tersebut, Sarwono mengajak media massa untuk turut aktif mengkampanyekan isu bonus demografi tersebut. ‘…persoalan demografi ini bukan lagi pada tataran penting dan strategis namun sudah pada kondisi mendesak untuk ditangani secara sungguh-sungguh. bonus tersebut tidak akan datang dengan serta merta, namun harus melalui proses perencanaan yang matang bahkan bila perlu dengan rekayasa tertentu agar semua potensi yang dimiliki bangsa ini dapat benar-benar dioptimalkan…’ ujarnya.

‘…kami melihat, kita semua agak lalai dan seakan menyepelekan persoalan yang sebenarnya menentukan perjalanan bangsa ini. Dari diskursus yang kami lakukan, kami berkesimpulan belum tampak komitmen dan keseriusan, terutama dari pemangku kebijakan publik. Misal, ini dapat dilihat dari penanganannya yang masih bersifat parsial dan lemahnya koordinasi lintas kementerian…’ ungkapnya. Lebih lanjut Sarwono pun menyampaikan keprihatinannya karena sampai saat ini belum ada regulasi yang dapat dijadikan payung hukum dan acuan pelaksanaannya. Akibatnya terjadi ketidakjelasan koordinasi baik ditingkat pusat maupun daerah.

Bambang Wasito Adi, Sekretaris YBB, menambahkan bahwa pola pikir yang berlaku selama ini pada mayoritas masyarakat kita perlu segera di upgrade, karena orientasi hidup yang ada selama ini hanya sekedar untuk saat sekarang, belum sampai pada orientasi untuk mempersiapkan sesuatu yang bermanfaat bagi generasi kemudian.

‘…bangsa lain sudah sejak lama melakukan perencanaan bagi bangsanya setidaknya untuk dua ratus atau tiga ratus tahun ke depan, sehingga proses pembangunan sumber daya manusianya benar-benar terencana secara berkelanjutan. Dalam hal ini perlu digaris bawahi proses perencanaan pembangunan di bidang pendidikan, ternyata belum mampu mempersiapkan potensi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing yang tinggi, untuk berkompetisi dengan sumber daya manusia bangsa-bangsa lain…’ ujar Bambang. Oleh karenanya, hal tersebut harus dijadikan telaahan bersama guna mendapatkan suatu perencanaan secara komprehensif dan berkelanjutan dalam rentang waktu yang panjang.

Claudius V. Boekan, Pemimpin Redaksi Berita satu News, sependapat dan merasakan kekhawatiran generasi muda yang tidak memiliki aktifitas produktif, namun akrab dengan teknologi gadget dan media sosial terjebak dalam suatu situasi yang berpotensi menjadi ‘supplier hoax’.

‘…sebagai orang media, tentunya kami sangat mendukung upaya-upaya sosialisasi mengenai peristiwa bonus demografi dengan segala tantangannya dan sebagaimana disampaikan oleh pak Sarwono, bahwa media sangat strategis peranannya untuk menyampaikan informasi tentang prestasi anak muda agar menjadi motivasi bagi yang lain…’ ujarnya.

YBB mengusulkan kerjasama dengan Berita satu News untuk membangun tradisi kreatif dan inovatif pada lingkungan generasi muda melalui informasi tentang aktifitas produktif yang patut menjadi best practice bagi yang lain. Tawaran tersebut disambut baik oleh Claudius V. Boekan dan melalui jajaran Dewan Redaksi, akan dicoba untuk direncanakan suatu program yang memberikan informasi tentang aktifitas-aktifitas produktif masyarakat, khususnya yang dilakukan oleh anak-anak muda.

Sb: dotjagoer//