Berita

Kita Harus Menang

galeri-1

PERCAYA PADA POTENSI DIRI

ybb, 18/02/16. Ketua Umum Yayasan Bhakti Bangsa, Sarwono Kusumaatmadja, mengungkapkan keheranannya dengan munculnya pendapat bernada kekhawatiran dan pesimistis dalam konteks menghadapi pasar bebas MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), hanya didasarkan pada ramainya masyarakat Negara tetangga belajar bahasa Indonesia. Keheranan itu disampaikannya saat menerima tamu Temu Tahunan Majelis Pendidikan Nasional Kosgoro, rabu malam, 17/02/16.

Sarwono mencontohkan, apakah Australia akan merasa khawatir kalau banyak masyarakat Indonesia menguasai bahasa ibu nya ? Kan tidak, jawabnya sendiri. Jadi bukan alasan bagi kita untuk mencemaskan MEA jika dari sudut itu, lanjutnya.

Menurut Sarwono, imbas globalisasi harus disiasati bukan ditakuti. Untuk itu, hal mendasar yang harus dikedepankan oleh kita (bangsa Indonesia) dalam menghadapi tantangan tersebut adalah bagaimana sikap mental kita dibangun; melindungi kaum muda dari bahaya narkoba, pornografi dan hal negative lainnya yang akan memperlemah ketahanan jiwani mereka. Bekali kaum muda kita dengan perilaku positif dan semangat untuk harus menang dalam persaingan itu, pesannya.

Labih jauh Sarwono mengungkapkan peran penting dan strategis dunia pendidikan untuk membentengi dan memperkuat ketahanan sikap mental generasi muda Indonesia, selain ilmu pengetahuan dan keterampilan (soft dan hard skills). Mentalitas dan kemampuan pengetahuan itu ibarat dua sisi dalam satu mata uang. Orang tidak cukup dengan pintar saja melainkan harus dilengkapi dengan sikap mental yang bagus. Demikian pula sikap mental yang bagus akan berkurang daya kemanfaatannya jika tidak diperkuat dengan kemampuan dan pengetahuan. Dunia pendidikanlah yang memiliki akses dan jangkauan kedua sisi tersebut terwujud.

Indra Djati Sidi, Ketua Majelis Pendidikan Nasional Kosgoro, menilai pertemuan dengan Yayasan Bhakti Bangsa tersebut sangat dibutuhkan agar para penyelenggara dan pengelola sekolah Kosgoro menjadi lebih terbuka wawasannya terkait permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini dan kedepannya, terutama dalam mensikapi era bonus demografi. Menurutnya, banyak para pendidik yang mungkin baru mendengar dan atau sudah mendengar sekilas tentang era bonus demografi namun sepengetahuannya masih pada tataran mengetahui saja, belum mencuat menjadi pemerhatian mengatasinya. Oleh karena itu, temu tahunan kali ini lebih difokuskan pada pembekalan dan pendalaman wawasan seputar hal tersebut.

Diakhir pertemuan, Sarwono mengajak keluarga besar Majelis Pendidikan Nasional Kosgoro untuk bekerjasama dengan Yayasan Bhakti Bangsa membentuk Komunitas Peduli Bonus Demografi dimana komunitas tersebut nantinya sebagai bagian gerakan untuk mendorong terbangunnya kesadaran dan kepedulian semua pihak akan arti penting dan strategis era bonus demografi bagi masa depan Indonesia. ‘era bonus demografi ini akan sangat berbahaya jika tidak diperhatikan dan dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh kita. Potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia harus diarahkan agar bonus demografi bisa bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan bangsa’ ujarnya. Melihat potensi tersebut, Sarwono meyakinkan bahwa bangsa Indonesia akan mampu dan harus menang.

Sb: esis//