CELOTEH

Kolaborasi

Koordinator KPBD Bhakti Nusantara bersama Mahasiswa Universitas Negeri Riau
Koordinator KPBD Bhakti Nusantara bersama Mahasiswa Universitas Negeri Riau

Kaum muda era bonus demografi pada tahun 2020 yang identik sering disebut dengan netizen membangun koneksinya dengan cepat dan luas. Terkadang memasuki 2-3 komunitas yang berbeda misi. Bisa jadi memasuki komunitas sosial tapi juga memasuki komunitas kesehatan.

Ketika memasuki komunitas, biasanya mereka melulainya ketika mereka berseluncur dari internet atau hasil “tag wall” dari sahabat di media sosial.  Setelah membaca profil suatu komunitas, mereka akan melihat apakah komunitas itu terasa keren dan banyak di minati.

Kaum era bonus demografi sangat peduli dengan “tampilan visual “. Mereka akan ikut suatu komunitas yang terlihat menolong orang lain dan berpengaruh dimasyarakat. Dan hebatnya lagi, mereka mau melakukan ini tanpa dibayar.

Apakah ini terkesan ikut ikutan ? Ya, kaum muda ini memang terpengaruh dan ikut ikutan. Tapi, hebatnya ini bisa sangat di ikuti puluhan ribu orang.

Kalau begitu ini tidak akan berjalan lama ? bisa jadi juga. Tapi, dari komunitas yang kita bisa lihat sekarang di internet, banyak komunitas yang akhirnya jadi yayasan dan berpengaruh besar di masyarakat.

Anda bisa melihat akademi berbagi yang kini telah hampir diseluruh Indonesia dan gratis pula jika anda ingin belajar sesuatu.

Indonesia mengajar telah mengantarkan ribuan relawan pengajar ke seluruh pelosok negeri.

Tangan Diatas yang identik berbagi ilmu bisnis dan memperluas koneksi.

Relawan Yayasan  Bhakti Bangsa yang terus bergerak menggaungkan isu bonus demografi agar pemerintah sadar akan tantangannya.

Gerakan-gerakan yang di gagas komunitas ini perlu kita jadikan daya ungkit agar  isu bonus demografi disadari oleh para remaja dan masyarakat Indonesia, sehingga tantangannya dapat di hadapi dengan tepat dan terukur.

Kolaborasi semua pihak yang dimulai dari komunitas merupakan solusi tepat untuk memulainya.