Berita

Komunitas Peduli BD Banyuwangi

DSC_0157

KOMUNITAS PEDULI BONUS DEMOGRAFI BANYUWANGI

ybb, 28/08/15; ‘…saya sudah mendengar istilah bonus demografi sejak tahun 2012, pada saat itu saya bertemu dengan pak Sarwono Kusumaatmadja di mana beliau menjelaskan soal tersebut berserta kemungkinan dampak dari bonus demografi…hanya karena masih kurang memahami dan masih sedikit informasi jadi saya belum bias meresponnya…ketika beberapa minggu lalu saya browsing, saya membaca situs resmi www.bonusdemografi.or.id dan saya tertarik untuk berkomunikasi dengan sekretariatnya. Dari informasi yang saya terima, timbul inisatif saya untuk mengawali pembentukkan komunitas peduli bonus demografi di desa saya, desa Sragi…’’tutur Nurakhmad, di sela-sela kegiatan karnaval tujuhbelasan, 26/08/15, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.

Kesungguhan Nurakhmad membentuk komunitas tersebut dilakukan, diantaranya, antara lain melalui pemanfaatan kegiatan karnaval sebagai media sosialisasi. Terbukti dari spanduk yang dibawa oleh peserta karnaval binaannya dan spanduk lain yang dipajang di bak truk pembawa sound system. Nurakhmad mengusung tema ‘dengan semangat perang puputan bayu kita siapkan SDM menyongsong bonus demografi’. Sementara spanduk yang terpajang disamping truk pembawa sound system tertera tulisan ‘komunitas peduli bonus demografi, penguatan SDM dan karakter bangsa, desa Sragi – Songgon, Kabupaten Banyuwangi.

Menurut Nurakhmad, mungkin di Banyuwangi baru dia yang merintis untuk membentuk komunitas peduli bonus demografi. ‘saya akan gulirkan isu bonus demografi sejauh saya mampu mas’ katanya. Beberapa hari lalu saya mulai mendiskusikan dengan beberapa kawan sejawat dan hampir semua ternyata tidak tahu soal itu. Memang ada yang pernah membaca berita ketika Presiden menyampaikan amanatnya di peringatan Hari Keluarga Nasional (01/08/15) maupun pidato kenegaraan (16/08/15) tapi tidak menarik perhatian karena informasi istilah bonus demografi tidak banyak jadi bahan perbincangan. Namun setelah diskusi, kawan kawan mulai memahami pentingnya bonus demografi bagi kita sehingga kami sepakat untuk membentuk Komunitas Peduli Bonus Demografi. Lebih lanjut, Nurakhmad mengemukakan kalau dia dan kawan setelah karnaval akan bertemu dengan Camat dan Danramil serta tokoh-tokoh lainnya untuk menjelaskan dan mengajak para pimpinan formal dan informal di kecamatan Songgon melakukan kampanye soal bonus demografi.

Untuk lebih menggiatkan kampanye bonus demografi, komunitas yang dibentuk di Sragi akan mengajak kawan-kawan lain seperti pembentukkan komunitas di desa siliragung, purwoharjo, muncar dan sebagainya. ‘kami ingin agar pemda tanggap…kami ingin pemda merumuskan pembangunan di Banyuwangi ini didasarkan atau berbasis bonus demografi sehingga masa depan generasi muda lebih jelas akan diarahkan kemana dan bagaimana mereka esok. Karena tentu, persaingan lapangan kerja akan semakin ketat’ ujar Nurakhmad. Tidak hanya itu, menurut Nurakhmad saat ini gejala aliran manusia, tenaga-tenaga kerja dari luar kabupatennya sudah mulai dirasakan. Oleh karena itu cukup beralasan bagi Nurakhman dan kawan-kawan menyuarakan agar pemda dan masyarakat menyadari dan peduli atas bahaya yang mengancam jika bonus demografi tidak ditangani secara cepat dan lamban.
Sb://esi