Celoteh

KPBD Bergerak

LIRIK POTENSI GRASSROOT

Jakarta,— ‘…seringkali kita terjebak dalam pendapat sendiri yang melihat masyarakat sebagai objek dari era bonus demografi. Akibatnya, kita cenderung lebih mendorong lembaga Pemerintah untuk lebih banyak menginisiasi dan berperan aktif sebagai bentuk kepedulian terhadap penanganan era bonus demografi yang memang hanya 1 (satu) kali akan kita alami, bangsa Indonesia…’ ujar Fasli Jalal disela-sela diskusi ringan pengurus harian YBB, Kamis (03/01/19).

Menurut Fasli Jalal, memang tidak ada salahnya jika menumpukan harapan penanganan bonus demografi tersebut kepada pemerintah, mengingat cakupan garapan sangat luas dan multisektor. ‘…kami menyadari penuh bahwa rasanya mustahil menanganinya sendiri, sebagai NGO, YBB tentu akan berpartisipasi mendukung bukan saja pihak pemerintah namun kelompok masyarakat dalam arti luas yang bergerak menanganinya. Kami menempatkan permasalahan bonus demografi ini sebagai suatu gerakan sosial yang akan lebih cepat diraih kemanfaatannya apabila seluruh komponen bangsa urun partisipasi…’

Lebih lanjut Fasli Jalal pun menjelaskan bahwa dalam konteks itu, YBB melihat peran masyarakat harus ditempatkan dan ditampilkan sebagai subjek bonus demografi selain objek. Sehingga, sejak awal tahun 2016 lalu, YBB menyediakan ruang gerak bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam komunitas yang tersinerji. ‘…alhamdulillah, paling tidak sekarang sudah ada 11 (sebelas) komunitas di sejumlah daerah…’ ungkapnya.

Kelompok masyarakat yang bergabung dan membentuk komunitas mandiri dinamakan Komunitas Peduli Bonus Demografi.

Bagi YBB, kehadiran dan peran KPBD-KPBD sangat strategis dan memiliki nilai penting dalam menompang gerakan sosial secara nasional, terlebih KPBD, kebanyakan dibentuk dan dimotori oleh kaum muda milenial yang melek tekhnologi. ‘…kami sangat mengapresiasi kreativitas komunitas, misal, KPBD Nusantara dari Propinsi Riau yang diketuai oleh Bernard M, yang saat ini sedang menggarap aplikasi sosialisasi Bonus Demografi. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat, utamanya kaum muda produktif bukan saja dapat lebih memahami situasi dan kondisi di era bonus demografi melainkan ditawari solusi bagaimana menghadapinya…’ timpal Indragara, Sekretaris I.

Fasli Jalal juga menyampaikan selain KPBD Nusantara, ada KPBD Tridharma dari Sragen yang juga sedang menggarap aplikasi untuk membantu mempermudah dan memperluas kegiatan ekonomi komunitas-komunitas di daerahnya, yaitu komunitas petani, UKMK, dan komunitas pemuda, melalui e-commerce. ‘…jika tidak ada halangan, dalam waktu dekat, ke dua KPBD tersebut akan menyampaikan presentasinya pada forum rapat pleno Yayasan, minggu ketiga bulan ini. Mudah2an program mereka dapat kami dipertajam di workshop Yayasan…’ ujarnya.

Meniti awal 2019 ini, YBB melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah pada penguatan potensi internal, khususnya dalam menggerakkan Komunitas-Komunitas agar dapat lebih dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Untuk itu, YBB sedang giat-giatnya membangun sinerji komunikasi dengan Direktorat PAUD/Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan terbangunnya sinerji tersebut, diharapkan KPBD-KPBD lebih termotivasi mengembangkan PKBM ataupun LKP yang akan memperkuat kompetensi masyarakat, khususnya kaum muda produktif, generasi milenial…harapan Fasli Jalal.

sb: esispr//