Celoteh

KPBD intip E-Commerce

E-Commerce, Solusi Dinanti

ybb, 25/12/2018.’…bermula dari mencermati kawan-kawan komunitas tani dan juga UMKMK, di desa yang memiliki keterbatasan pemasaran produk-produknya sehingga kegiatan ekonomi yang digeluti tidak cukup optimal, dari situ saya pikir perlu ada upaya mengajak kawan-kawan tersebut memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi (mobile phone) guna pengembangan usaha mereka…’ ungkap Arifin Hadi, Ketua KPBD Tri Dharma, Kabupaten Sragen, terkait gagasannya meluncurkan program pelatihan e-commerce bagi masyarakat, komunitas tani (dalam artian luas), komunitas UMKMK , dan komunitas-komunitas pemuda.

Lebih lanjut Arifin menyampaikan bahwa guna mewujudkan gagasannya itu, dia telah membentuk tim kecil guna mengkaji, menyusun flow chart, timeline matrikulasi, silabus, pemetaan golongan umur pembelajaran dan hal-hal teknis lainnya, termasuk merancang aplikasi yang sederhana namun efektif membantu pertumbuhan kegiatan ekonomi yang jadi sasaran binaan.

‘…saya berharap bulan januari 2019 ini semua persiapan teknis sudah rampung, sehingga di bulan Februari kami bisa launching dan melaksanakan pelatihan angkatan pertama…’ katanya.

Mengenai tempat pelaksanaan kegiatan, Arifin Hadi mengungkapkan KPBD yang diketuainya bekerjasama dengan Yayasan Arroyan Sragen, dengan demikian guna mendukung kegiatan pelatihan maka KPBD bisa menggunakan fasilitas pengajaran di sekolah dalam naungan yayasan tersebut. Adapun terkait dengan dana operasional, pihaknya akan berupaya untuk membangun komunikasi baik dengan Pemerintah Daerah maupun Perusahaan-perusahaan. ‘…bahkan kami yakin Yayasan Bhakti Bangsa (YBB), induk organisasi yang membina KPBD-KPBD di seluruh Indonesia akan membantu membuka simpul-simpul guna mendapatkan akses dukungan pendanaan…’ ujarnya.

‘…beberapa pertemuan teknis sudah dilaksanakan, terakhir pada hari selasa (25/12) siang kami membahas lebih detail bersama tim teknis IT, mas Widhi dan mas Alif, di Palur, Solo…kemudian akan dimatangkan lagi dalam minggu-minggu ini di Jakarta bersama pengurus YBB…’

Ananto Widhi, salah seorang tim teknis IT mengungkapkan salah satu masalah yang dirasakan dan ada dikalangan komunitas tani adalah transparansi informasi. Oleh karenanya solusi IT bisa membuat aplikasi untuk memberikan notifikasi kepada petani, kelompok tani tentang informasi yang diperlukan. ‘…notifikasi bisa dalam bentuk sms atau aplikasi yang bisa dibuka di handphone…kita juga bisa membuat semacam kamus pertanian yang berisi informasi-informasi yang dibutuhkan, dan lain sebagainya…’ jelasnya.

Ananto juga menyampaikan bahwa aplikasi yang akan dibuat bersama tim nya bersifat sederhana namun diharapkan dapat membantu konsumen. ‘…paling tidak untuk tahap awal akan kami coba kembangkan aplikasi yang tidak terlalu rumit dan kompleks sehingga investasinya pun bisa ditekan seminimal mungkin…selain itu akan memudahkan para penggunanya juga…dengan investasi yang minimal, kita bisa komunikasikan dengan Pemerintah Daerah dan Perusahaan (CSR) dari sisi pendanaannya…yaaa mudah-mudahan angan-angan atau lebih tepat mimpinya kawan-kawan di KPBD Tri Dharma bisa diwujudkan dan secara teknis kami siap membantu…’

kontributor: Alif//