Berita

KPBD Pekanbaru Beraksi

pknbr2

KPBD PEKANBARU SOSIALISASIKAN BD

ybb, 23 Desember 2016.‘…Ibu adalah kunci utama pengantar jalan bagi keberhasilan atau kegagalan bangsa ini dalam menjawab tantangan demografi dan globalisasi yang saat ini sedang dihadapi Republik Indonesia sampai tahun 2045 mendatang. Ditangan para ibu, Indonesia Emas ditentukan. Sebab awal pembekalan pembentukkan karakter anak nyaris bergantung penuh pada sentuhan sang ibu. Di usia emas, nol sampai lima tahun, merupakan proses penting untuk pertama kali seorang anak diperkenalkan pada nilai dan norma oleh ibunya. Kelengahan pendidikan dini sedikit saja, tentu akan berdampak besar terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu, pendidikan dan kesehatan ibu sangatlah penting dan perlu mendapat perhatian oleh semua pihak sebagai bagian dari apresiasi terhadap ibu-ibu Indonesia. Pada merekalah bangsa ini menitipkan generasi unggul…’. Hal itu disampaikan Bernard, Ketua Komunitas Peduli Bonus Demografi Kota Pekanbaru, diantara paparannya pada kegiatan diskusi dalam memperingati Hari Ibu yang diselenggarakan oleh LPP RRI Pekanbaru, 22 Desember 2016 lalu.

Hadir dalam acara diskusi Program Kampung RRI yang diselenggarakan LPP RRI Riau tersebut, diantaranya, Septina Primawati Rusli (Ketua DPRD Provinsi Riau), Indah Sangir (Istri Plt Walikota Pekanbaru, sekaligus Ketua PKK Riau), Sunarti (IWAPI Riau), dan Edy Supakat, Kepala LPP RRI Riau beserta jajarannya.

Topik-topik yang menjadi konteks bahasan pada diskusi tersebut meliputi, antara lain, pemberdayaan wanita, pendidikan dan kebudayaan, digitalisasi, UKM dan entrepreneurship, serta pernan ibu dalam pembentukkan karakter.

Selain diskusi, pada kesempatan itu, disaksikan oleh para pejabat yang hadir telah ditandatangani MoU antara LPP RRI dengan KPBD (Komunitas Peduli Bonus Demografi) Pekanbaru terkait penyiaran isu bonus demografi di PRO 1 LPP RRI Riau. Dalam kesempatan tersebut, Bernard mengungkapkan penghargaan dan terima kasih kepada pihak LPP RRI yang peduli dan memberi perhatian khusus terhadap permasalahan demografi yang jika tidak ditangani secara tepat justru akan sangat membahayakan masa depan bangsa dan Negara. ‘…kami mengapresiasi penuh integritas bapak Edy Supakat, Kepala LPP RRI Riau yang memiliki kepedulian tinggi atas persoalan yang sedang dihadapi bangsa saat ini dan dalam waktu ke depan. Bonus demografi tidak akan menjadi bonus dan bahkan berbalik menjadi malapetaka kependudukan apabila tidak cermat dalam penanganannya. Partisipasi LPP RRI Riau sangat penting dan strategis mengingat Provinsi Riau merupakan termasuk salah satu pintu utama yang berhadapan dengan Negara lain…’ lebih lanjut Bernard berharap bahwa kerjasama yang telah dibangun dengan LPP RRI dapat lebih mempercepat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian Pejabat publik dan masyarakat Riau, di Kota Pekanbaru pada khususnya, guna seoptimal mungkin memanfaat jendela peluang bonus demografi.

Bernard mengungkapkan bahwa berdasarkan data BPS Pusat tahun 2013, diprediksikan Provinsi Riau baru akan memasuki era bonus demografi mulai tahun 2020 dan puncaknya di tahun 2035. Tahun 2020 mendatang, indeks rasio ketergantungan Provinsi Riau 49,7, sedang pada puncaknya nanti berkisar di 100 berbanding 46,6. Indeks Rasio Ketergantungan atau dependency ratio adalah indikator yang digunakan untuk menunjukkan apakah suatu daerah sudah memasuki peluang bonus demografi atau belum.

Guna lebih membantu mempermudah pemahaman menyoal era bonus demografi bagi masyarakat, selaku insiator sekaligus ketua KPBD Pekanbaru, Bernard juga meluncurkan (soft launching) buku yang diberi judul demographic bonus effect, dengan harapan akan menjelaskan dan memaparkan bagaimana Indonesia menghadapi tantangannya terutama kaum muda produktif. Yang menarik peluncuran buku karya KPBD Pekanbaru tersebut ditandai dengan ditandatangani oleh Ketua DPRD Riau.

editor: esispr//