Berita

Lirik Keunggulan Kompetitif

SM2

YBB DORONG KEUNGGULAN KOMPETITIF ATASI DEMOGRAFI

ybb, 29/08/2017,— ‘…Indonesia diuntungkan dan harus segera memanfaatkan peluang dimana ketika struktur usia penduduk di negera-negara sekitar banyak kian menua justru jumlah usia produktif kita pada posisi puncak…persoalannya adalah bagaimana sumber daya manusia usia produktif itu dapat dioptimalkan dalam konteks menompang pengembangan keunggulan kompetitif yang kita miliki…’ ujar Sarwono Kusumaatmadja dalam kata sambutan selaku Ketua Umum Yayasan Bhakti Bangsa, pada Seminar Nasional Demografi, di Bappenas Jakarta, Selasa, 29 Agustus 2017.

Seminar Nasional bertajuk Pemanfaatan Demografi Indonesia di Sektor Kepariwisataan, Kebaharian, dan Ekonomi Kreatif, di gagas Yayasan Bhakti Bangsa bekerjasama dengan Deputi Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas, didukung oleh Universitas Trilogi, Lembaga Demografi FEB Universitas Indonesia, KOSGORO, dan PT. Semen Indonesia.

Keynote speech pada seminar tersebut ialah Bambang P.S. Brodjonegoro (Menteri PPN/Bappenas). Sedangkan, pengarahan umum disampaikan oleh Hanif Dhakiri (Menteri Tenaga Kerja), dan Toto Suprayitno (Kepala Balitbang Kemdikbud) mewakili Mendikbud, Muhadjir Effendy, yang berhalangan sehubungan dengan tugas Negara di Aceh pada waktu bersamaan.

Seminar diramaikan oleh narasumber yang kepakarannya sangat relevan. Antara lain, Syafri Burhanuddin (Deputy IV Kemenko Maritim), Sapta Nirwandar (mantan Wamenparkraf 2011-2014), Asnawi Bahar (Ketua Umum ASITA), Nino Krisnan ( Sekjend Community for Maritime Studies Indonesia), Ervin AP. Widodo ( Proven Force Indonesia), dan Didi Diarsa (Asosiasi Coworking), dan Mesdin Cornelis Simarmata (Sestama Bekraf).

Moderator Arif Satria (Dekan FEMA IPB), Prof. Asep Saefuddin (Rektor Universitas Trilogi), dan Kepala LD FEB UI, Turro Wongkaren.

Acara seminar dibuka oleh Pungky Sumadi (Deputy Menteri PPN/Bappenas bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan), Pungky menyakini bahwa dari perspektif demografi, pertumbuhan sektor kepariwisataan, bahari dan ekonomi kreatif diperkirakan akan mampu membuka pasar kerja lebih lebar dan dapat menyerap banyak tenaga kerja usia produktif. ‘…ketiga sektor ekonomi yang diangkat pada seminar kali ini sangat prospektif sehingga kita berharap sektor-sektor tersebut selain sektor produktif lainnya, jendela peluang bonus demografi di Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal…’

Menurut Sarwono, membidik sektor pariwisata, bahari, dan ekonomi kreatif sangat tepat dan beralasan. ‘…keunggulan kompetitif Indonesia adalah sifat, bakat serta posisi Indonesia yang unik dan perlu dimanfaatkan karena pemanfaatan tersebut akan menempatkan Indonesia sebaga Negara yang disegani dan diperhitungkan melalui proyeksi soft power. Pada gilirannya pemanfaatan tersebut akan berdampak positif bagi pensejahteraan rakyat dan Indonesia dapat berkembang pesat sesuai dengan Trisakti, yaitu berdaulat secara politik, berkepribadian secara budaya, dan berdikari dalam ekonomi…’ ujarnya.

Lebih lanjut Sarwono berpendapat jika keunggulan kompetitif tidak disadari dan dimanfaatkan maka posisi Indonesia akan termarjinalkan dan beresiko berakibat stagnasi, terjebak dalam middle income trap, bahkan dapat mengancam keutuhan sebagai suatu bangsa.

Beberapa poin penting simpulan dari seminar, antara lain, pertama, melaksanakan Perpres 153 tahun 2014 tentang Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK), dan untuk meningkatkan efektivitas diusulkan agar koordinasi GDPK ditangani langsung oleh Presiden, atau sekurang-kurangnya oleh Wakil Presiden.

Kedua, mendukung optimalisasi fungsi dan peran program magang dan sertifikasi kompetensi sebagai sarana penguatan keunggulan kompetitif.

Ketiga, diperlukan regulasi yang pasti dan adanya lembaga atau gugus tugas terkait penanganan bonus demografi sebagai refleksi komitmen politik bersama.

Keempat, menempatkan SDM sebagai subyek utama pembangunan nasional dan optimalisasi SDM dengan mengedepankan potensi SDM lokal sebagai pengelola utama potensi ekonomi, terutama di ketiga keunggulan kompetetif tersebut.

sb: dochagoer//