CELOTEH

Membentuk KPBD

post pics(10)

MELANGKAH BERSAMA KPBD

ybb, 15/03/17— Perkenalan dan ketertarikan atas bonus demografi dan permasalahan dimulai ketika mengikuti diskusi terpumpun yang diselenggarakan kerjasama Bappenas dengan Yayasan Bhakti Bangsa (YBB), 05 November 2016, di UNS Solo. ‘…saya hadir selaku peserta diskusi terpumpun itu atas undangan mas Indra dari YBB…dan sejak itu pula mulai ada ketertarikan untuk lebih jauh mengetahui apa dan bagaimana bonus demografi …’ jelas Noviaty Elizabeth Ayuna, Direktur Eksekutif Pt. Putera Pertiwi Karya Utama, yang mengelola pendidikan di kawasan Pondok Cabe, Jakarta Selatan.

‘…jadi pada pertemuan hari ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari keinginan tertunda saya untuk berpartisipasi aktif untuk turut serta mensosialisasikan bonus demografi, khususnya di daerah Tangerang Selatan…’ lanjutnya.

Pertemuan yang digagas dan dimotorinya, mengundang sekretaris eksekutif YBB adalah guna memberi perspektif lebih banyak terkait Komunitas Peduli Bonus Demografi (KPBD) selain bagi dirinya juga rekan-rekan dilingkungan pendidikan Putera Pertiwi. Novianty malah juga menyampaikan bahwa sudah ada 5 (lima) rekan kepala sekolah yang ingin dan akan bergabung dengan KPBD yang akan dibentuknya.

‘…persoalan bonus demografi itu bukan hanya sekedar penting melainkan justru sudah sangat mendesak bagi kita semua menanganinya. Saya sependapat dengan pendapat pak Sarwono saat bertemu Rektor UI, seperti yang saya baca di situs resmi YBB, bahwa perhatian stakeholder masih belum memadai. Saya dan kawan-kawan akan berusaha untuk mendorong isu ini menjadi salah satu isu yang harus diketahui masyarakat luas, syukur-syukur dijadikan dasar penetapan kebijakan oleh Pemerintah Daerah Tangerang Selatan…’ imbuhnya.

Novianty juga menyampaikan dari pertemuan penjelasan KPBD sudah dapat dipahami arahnya akan kemana dan bagaimana langkah selanjutnya.

‘…tadi kita baru sepakat apa nama KPBD dan kira-kira program apa yang dapat kami lakukan., tentu kegiatan-kegiatan tidak jauh dari aktifitas kami yang bergelut di dunia pendidikan. Nantilah setelah kami adakan pertemuan internal untuk menetapkan kepengurusan dan sekaligus menyusun program kerjanya. Mudah2an akhir bulan ini sudah bisa kami ajukan ke YBB untuk mendapatkan nomor identifikasinya…’

Pertemuan itu sendiri menurutnya semakin membuka wawasan pengetahuan dan memantapkan minat dalam memperluas pengabdiannya kepada masyarakat, nusa dan bangsa, paling tidak dilingkungan dia dan rekan-rekan menjalankan aktifitasnya.

Ditanya soal pendanaan untuk KPBD, Novianty menolak halus ‘…ini kan sebuah gerakan sosial yang saya kira akan banyak pihak tertarik berpartisipasi, tinggal bagaimana pandainya kita membuat program yang dapat dipertanggungjawabkan dan memang benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat…kita lihat saja nanti ya…yang terpenting kami akan membahasnya terlebih dahulu  bersama rekan-rekan…’ jawabnya

sb: esispr//