Berita

Meniti Langkah ke Bandung

MEMPERSIAPKAN LANGKAH BANDUNG

ybb.or.id, Jakarta— ‘…persoalan bonus demografi bukan persoalan sederhana yang patut diabaikan melainkan masalah besar bangsa kita (baca: Indonesia) saat ini yang harus dimanfaatkan seotptimal mungkin oleh kita semua, termasuk Provinsi Jawa Barat, yang saat ini sedang berada pada periode bonus demografi…’ ujar Widiyanto,  Ketua Harian YBB yang nanti pada tanggal 31 Januari 2019 memimpin delegasi YBB bersilaturahmi dengan Pemda Provinsi Jawa Barat, di ruang rapat Malabar, Gedung Sate, Bandung.

‘…urgensi penanganan imbas bonus demografi di Jawa Barat ini sangat strategis dan memiliki nilai penting, pertama, letak provinsi yang amat berdekatan dengan Provinsi DKI, Ibu Kota Negara, menjadikan Jawa Barat secara geopolitik memiliki tingkat sensivitas cukup tinggi. Kedua, demikian pula, dari sisi kerawanan sosial bisa dikatakan memiliki sensitivitas dan resistensi cukup tinggi…’ katanya. ‘…bayangkan, Jawa Barat dengan jumlah penduduk yang sangat banyak dibanding provinsi lain ternyata jumlah penganggurannya sangat tinggi, diurutan ke empat dari bawah, 8,17%…’ lanjutnya, di sela-sela rapat tim kecil yang khusus membahas persiapan silaturahim ke Jawa Barat. Pertemuan tersebut dilaksanakan di salah satu resto, di daerah TIS, Jakarta (29/01/19).

Menurut Widiyanto, pertemuan tim kecil tersebut memang sengaja dibentuk agar pertemuan dengan Pemda Provinsi Jabar dapat benar-benar optimal. ‘…kami ingin memberikan yang terbaik untuk bangsa dan Negara ini, khususnya masyarakat Jawa Barat…’ katanya mengenai alasan pertemuan khusus tersebut. Sebenarnya menurut Widiyanto sudah merupakan kebiasaan di YBB menggelar diskusi-diskusi kecil untuk merumuskan pendapat maupun pemikiran, seperti misal, saat persiapan membantu kawan-kawan Bappeda Provinsi Jawa Tengah dalam membuat dokumen bonus demografi perencanaan pembangunan provinsi Jawa Tengah, tahun 2018 lalu.

Pada pertemuan tersebut, selain Wakil Ketua I, Bidang Program, Wendy Hartanto, hadir pula sebagai pembahas tim peneliti YBB, Titik Handayani dan Widayatun.

Widiyanto belum mau lebih rinci menjelaskan materi yang dipersiapkan tim. Menurutnya, yang jelas pengalaman kemitraan YBB dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan juga Bappeda Jawa Tengah cukup meyakinkan tim mampersiapkan materi yang cukup komprehensif. ‘…mudah-mudahan besok bahan presentasi sudah bisa kami kirim ke Bandung dengan harapan pertemuan yang digelar di Bandung nantinya benar-benar efektif dan efesien. Dan, harapan tentunya pulang dengan tidak dengan tangan hampa, paling tidak bisa bawa oleh-oleh tempe goreng Bandung…’ pungkas Widiyanto sambil tersenyum.

sb: esispr//