Berita

Merebut Kedaulatan Tanpa Senjata

MK

MOCHTAR KUSUMA-ATMADJA:
MENGANTARKAN KEDAULATAN REPUBLIK INDONESIA TANPA SENJATA

ybb, 14/10/17— Publik lebih mengenalnya sebagai mantan menteri di era orde baru; memangku jabatan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, dibanding pendekar hukum laut internasional yang telah berhasil memperkokoh kedaulatan Bangsa dan Negara Indonesia tanpa pertikaian bersenjata. Tidak tanggung-tanggung lawannya adalah Negara adidaya Amerika Serikat dan seluruh Negara di kawasan Eropa. Siapa? dia adalah Mochtar Kusuma-Atmadja.

Gagasan Negara kepulauan atau kemudian lebih popular dengan wawasan nusantara menjadi bukti perjuangan panjang Mochtar Kusuma-Atmadja dalam memperjuangkan kedaulatan Negara Republik Indonesia; dari sejak deklarasi Djuanda tahun 1957 hingga diterimanya konsep Negara Kepulauan oleh dunia Internasional pada sidang UNCLOS tahun 1982. Dengan keberhasilan memperjuangkan gagasan itu maka luas Negara Indonesia menjadi utuh dan bertambah kelipatannya,

Sabtu, 14 oktober 2017 bertempat di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Bandung, pukul 09.00 tadi telah diselenggarakan acara penyerahan Mochtar Kusuma-Atmadja Award 2017.

Kegiatan spesial tersebut diselenggarakan oleh Universitas Padjajaran dalam rangka Lustrum UNPAD ke- 60, dan didukung oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Mochtar Kusuma-Atmadja (MK) Award merupakan penghargaan dan apresiasi khusus diberikan kepada individu yang dipandang telah berjasa dalam hal penelitian, pengembangan, penguatan dan berbagai hal terkait dengan laut, hukum laut dan kemaritiman secara luas.

Award ini diberikan sekaligus dimaknai sebagai upaya untuk meningkatkan keberadaan Indonesia secara internasional mengenai batas kedaulatan laut. sumber potensi laut dan pemberdayaan sumber daya tersebut secara optimal, khususnya dari pendekatan hukum laut sebagai penegasan batas kedaulatan wilayah Negara Republik Indonesia.

Usai penyerahan MK Award, acara dilanjut dengan seminar internasional bertajuk ‘sustainable development goal 14 on life below water: what can indonesia contribute through its global maritime fulcrum policy?‘.

Dalam kesempatan terpisah, Sarwono Kusumaatmadja, mengharapkan MK Award bisa menginspirasi kita semua guna membangun kesadaran, kepedulian, dan kebanggaan akan potensi laut dimana kebaharian menjadi sasaran utama untuk membangun dan memperkuat potensi bangsa ini. Sehingga semakin diperhitungkan oleh masyarakat Internasional sebagai salah satu negara yang memiliki keunggulan kompetitif di rumpun kebaharian.

Lebih lanjut Sarwono juga menekankan pentingnya menempatkan visi maritim (kebaharian—red) sebagai modal utama pembangunan bangsa. Menurutnya, laut Indonesia adalah sumber perekonomian nasional yang mesti dimanfaatkan secara optimal di setiap sektornya.

Sebagai penerima MK Award 2017, Prof. Dr Tommy Koh menyampaikan kekagumannya pada Mochtar Kusuma-Atmadja: ‘…thanks to Indonesia for friendship and mutual diplomatic cooperation of the two Nation. Especially to great contribution of Indonesia in and through UNCLOS/UNCLOS 1982… Singapore owe Indonesia to several diplomacy and mediation of Pak Mochtar Kusuma-Atmadja that Singapore earn the great importance and benefit of it till now…

sb: dotjagoer//