Opini

Parade Bonus Demografi

PARADE BONUS DEMOGRAFI
Joko Raharjo

Barang siapa mengejar hari depan hendaklah juga merenungkan masa silam (melaksanakan modernisasi tidak mungkin tanpa memperhitungkan tradisi). Modernisasi bukan berarti westernisasi. Modernisasi adalah kesanggupan memakai kekuatan sendiri. Kemajuan apapun yang terbatas pada satu bidang saja akan menghancurkan kemajuan di semua bidang. Kemajuan hanya dapat terjadi kalau perubahan-perubahan terjadi secara serentak di bidang ekonomi, sosial politik dan kebudayaan. Tujuan perkembangan sosial, ekonomi dan politik adalah hidup senang secara material, distribusi kekayaan yang merata, kestabilan demokrasi dan perdamaian. Apabila terjadi kemajuan ekonomi, sosial dan politik tanpa adanya keseimbangan kemajuan budaya maka bisa di pastikan masyarakat akan mengalami sebuah krisis identitas. Semua kebudayaan menyediakan suatu system yang sudah terpola, di dalamnya pemecahan-pemecahan tertentu tampil secara menonjol karena di ikuti oleh usaha dan kepuasan tertentu dalam upaya menjawab masalah eksistensi manusia.

Ada dua type masyarakat yang menonjol di negeri ini yaitu mayoritas masyarakat nan membisu dan mayoritas masyarakat yang menggerutu. Salah satu faktor kegagalan Negara menuju modern adalah kecenderungan untuk menghapuskan tahapan-tahapan dan melampaui sejarah dan realitas. Mereka menginginkan untuk memutar realitas agar di akui kebaikannya bahwa mereka adalah masyarakat modern. Namum mereka tidak menyadari bahwa realitas tidak berjalan dengan keinginan-keinginan dan ilusi masyarakat. Jangan sampai negeri ini terpuruk di karenakan oleh masyarakatnya membeli modernitas secara utuh atau siap pakai sebagaimana membeli pemikiran-pemikiran dan hak asasi manusia. Apakah masyarakat kita yang menghuni negeri yang terkenal mempunyai budaya tinggi ini tahu bahwa barat membentuk nilai-nilai moral yang peradabannya di anggap sesuai dengan masyarakatnya ?”. Maka bukan suatu keharusan bagi kita untuk menjiplak barat agar mampu membangun modernitas secara khusus.

Apakah kita menyadari bahwa pemikiran kita sekarang, baik itu dari kalangan yang tua, pemuda sampai ke anak-anak di racuni oleh media massa yang kebanyakan memberikan pandangan yang tak ada kaitannya dengan realitas yang ada di sekitar lingkungan kehidupan kita akan tetapi di isi dengan fantasi-fantasi sadistik di luar kebudayaan yang kita miliki. Melihat kenyataan yang kita ketahui bahwa hal itu adalah suatu hal yang bertentangan dengan budaya dan tidak mendidik. Tapi mengapa Kita terus saja tenang berjalan dengan penuh rasa bahagia dengan tidak menyadari dan tidak melihat adanya “ Immoralitas “. Di satu sisi ketika pemerintah menganjurkan dan mengarahkan program-program yang memberi penerangan dan dapat menjernihkan pikiran rakyat pada media masa baik itu surat kabar, televisi dan bioskop untuk memberikan literatur terbaik pada zaman dulu dan masa kini. Ketika pemerintah memberikan upaya yang baik untuk membangun mentalitas masyarakatnya menjadi baik maka pemerintah akan berbenturan dengan amarah dan tudingan pihak-pihak yang mengatas namakan sebagaian masyarakat akan sebuah kebebasan dan idealisme yang mengatakan pemerintah mengukung kreatifitas kebebasan masyarakat.

Apabila televisi di biarkan menyajikan sampah murahan terus menerus dan program itu mempunyai rating penonton yang tinggi pada masyarakat, maka bisa di jamin bahwa Negara yang di huni oleh kita akan menghadapi realitas yang menampilkan tanda-tanda paling nyata akan ketidak seimbangan mental masyarakat seperti alkoholisme yang sedang marak terjadi sekarang di daerah-daerah negeri ini dan pembunuhan juga kasus bunuh diri. Belum lagi Penglihatan dan pendengaran kita setiap hari sering sekali di suguhkan dengan sebuah realitas tentang adanya berita penangkapan orang-orang rakus yang hanya berfikir tentang uang dan harta dan manusia ambisius yang hanya memikirkan nama harumnya sendiri.

Walaupun manusia modern telah berhasil dengan gemilang memecahkan problem-problem namun mereka tetap menyadari akan ketidak sanggupannya menyelesaikan persoalan yang menyangkut dirinya sendiri karena manusia tetap merupakan misteri bagi dirinya sendiri. Kita tidak menolak untuk membuka untaian-untaian tanda modernitas dalam bentuk aktual dan bisa di nalar dari sela-sela tradisi kita yang khas dan pengalaman kesejarahan kita yang tersendiri. Alangkah indahnya jika masyarakat negeri ini menjadi masyarakat modern yang tidak melupakan akan identitasnya sebagai manusia yang mempunyai budaya tinggi. Jangan sampai keagungan masa lalu negeri ini menjadi tidak ada karena sesungguhnya tema masa lalu yang agung bagi suatu bangsa membuat kebangkitan masa ke-emasan bagi peradaban yang di atasnya terpusat cita-cita nasional.

Hukum kehidupan selalu menjadikan kehidupan umat manusia sakit, sehat, susah, senang dan bahagia. Kreator bangkit atau hancurnya kehidupan yang kita jalani ini adalah diri kita sendiri. Begitu pula hancur atau bangkitnya negeri ini tergantung dari kita sebagai masyarakat negeri yang bekerja sama dengan pemerintah yang menjalankan roda pemerintahan negeri ini. Cara hidup kita menjadi penentu kepribadian kita dan lingkungan kita bisa menciptakan cara berfikir baru. Tahukah kita bahwa gaya hidup kita akan mempengaruhi perkembangan diri kita di masa depan ?”.

Susunan mental manusia adalah secarik kertas kosong yang mana tulisannya di isi oleh masyarakat dan kebudayaan. Diri kitalah yang paling mengerti dan mengetahui hal apa yang sesungguhnya bisa kita lakukan. Kita yang paling mengerti apa yang seharusnya kita lakukan dalam kehidupan ini. Pada masyarakat kita, seseorang seperti takut pada bayangannya sendiri hingga sampai pada tingkat mendustai diri sendiri karena dia menganggap realitas sebagai ungkapan yang tidak jelas jika mereka tidak meniru gaya hidup orang barat yang sudah modern.

Kunci Utama Manusia Adalah Dirinya Sendiri

Negeri yang kita huni ini akan mengalami bonus demografi pada lima belas tahun mendatang dan ini adalah sebuah persoalan besar yang harus bisa kita pecahkan dan atasi secara bersama-sama agar anak cucu kita sudah siap menghadapi datangnya bonus demografi. Inilah saatnya bagi kita semua untuk bisa mewariskan sesuatu yang berharga kepada generasi penerus kita. Kita menyadari Setiap orang memiliki kebutuhan-kebutuhan tersembunyi yang jauh lebih besar ketimbang kebutuhan yang mereka tampakan. Penyakit terbesar dalam kehidupan seseorang adalah kegelisahan karena langkah yang di jalananinya selalu di ragukan oleh dirinya sendiri. Kita akan mengalami gagal dalam menjalani hidup jika kita keliru dalam memilih cara hidup dan langkah untuk menjalankan kehidupan. Kita mengalami kegagalan karena kita tidak sanggup menghadapi berbagai macam kenyataan yang di alami. Orang hidup pasti melakukan kesalahan-kesalahan. Namun yang terpenting adalah bagaimana seseorang bisa bangkit lagi dengan cara mengambil hikmah dan kesalahan-kesalahannya itu dan kemudian menemukan langkah yang akan membuat hidupnya gemilang. Kita adalah orang yang paling mengerti bagaimana seharusnya kita berfikir. Dan segala sesuatu dalam kehidupan ini bergantung pada bagaimana cara kita memandangnya. Mari kita bersama-sama bergerak untuk bisa memandang kehadiran bonus demografi sebagai berkah generasi penerus kita kelak setelah kita tiada.

Kemajuan Negeri Menjadi Tujuan

Mari kita berikan sesuatu hal yang bermakna pada negeri ini dengan membangun anak-anak muda dengan pendidikan, skill, berjiwa besar dan kreatifitas usaha agar anak muda yang jumlahnya sangat besar yang berjalan tanpa tujuan, pandangan dan cita-cita itu mempunyai tujuan hidup, pandangan hidup dan cita-cita dalam hidup. Situasi masyarakat menjadi penting untuk di teliti karena masyarakat dan nilai yang ada mempengaruhi pribadi-pribadi rakyat negeri ini. Fenomena manusia di tegaskan bahwa eksistensinya terletak pada dimensi kejiwaan bukan pada badan yang tampak dari lahir. Hakikat jiwa adalah pemikiran, sedangkan hakikat badan adalah kekuasaan. Tidak ada seorangpun yang mampu memikul kebenaran sampai seratus persen dan yang paling jauh bisa di lakukan adalah mendekatinya.  Mari kita sama-sama berjuang di tengah melawan kegelapan yang tiada akhir apabila kita tidak memaksimalkan pemikiran kita semua dalam menghadapi bonus demografi. Tujuan akhir kita adalah menemukan jalan keluar dari permasalahan yang akan di timbulkan bonus demografi.

Setiap analisa mengandung kebenaran maka untuk itu kita harus mendiagnosa lebih jauh lagi dan lebih mendalam. Jangan sampai kita lumpuh dan luruh setelah menapaki ketinggian dan mengukir peradaban dan membangun menara-menara kemajuan negeri yang kita huni ini. Mari kita bersama-sama menorehkan sejarah untuk bisa menghadapi bonus demografi karena generasi kita selanjutnya akan di hadapkan pada sebuah kendala dengan proses memasuki tahap bonus demografi. Terdapat bom-bom waktu yang meledak dan perhitungan-perhitungan besar yang belum di garap. Inilah waktu yang tepat bagi kita semuanya untuk memaparkan perhitungan-perhitungan tersebut agar kita mampu memasuki modernitas zaman sambil tetap menjaga eksistensi kita sebagai warga Indonesia yang mempunyai budaya agung dan tinggi. Maka di saat itu pula bahwa kita menjadi diri kita sendiri, tanpa kepelikan, kepedihan, rasa takut akan bayang-bayang dan rasa bersalah terhadap sejarah dan masa.

 ***

Post Comment