Berita

Pengaruh Perubahan Iklim

Screen Shot 2017-06-13 at 18.13.41

PERUBAHAN IKLIM MESTI DICERMATI

ybb, 12/06/17,— ‘…tidak banyak orang memperhatikan perubahan iklim memiiiki keterkaitan pengaruh pada banyak peristiwa politik di belahan dunia ini. Contoh sederhana, misal, awal gejolak politik di Suriah terjadi setelah mereka mengalami musim kemarau berkepanjangan disamping tentu kontribusi faktor pemicu lainnya… Demikian pula kalau kita tarik jauh dalam perspektif sejarah, gejolak politik tidak lepas dari pengaruh iklim pada saat itu…’ ujar Sarwono Kusumaatmadja, pada kesempatan menjadi narasumber di FDG, yang diselenggarakan Kosgoro, Senin (12/06/17), di Kantor Sekretariat Kosgoro, Jl. Tengku Cik Ditiro 34, Jakarta Pusat.

Dalam tajuk diskusi Kosgoro menjawab Tantangan Demografi dan Globalisasi, sedianya akan menghadirkan narasumber Bambang Wasito Adi selain Sarwono Kusumaatmadja. ‘…kami tertarik membahas masalah salah satu tantangan bangsa yang sangat mendesak untuk segera ditangani oleh semua komponen bangsa, masalah yang mungkin belum begitu menarik diperhatikan dan dilirik oleh organisasi kemasyarakatan, yaitu persoalan demografi Indonesia, atau lebih dikenal dengan istilah bonus demografi. Padahal, persoalan demografi ini sangat strategis dan penting yang bisa berimbas raihan kemajuan dan atau kegagalan kita di masa depan…’ ungkap Hayono Isman, Ketua Umum Kosgoro, salah satu organisasi nasional yang masih eksis sejak tahun 1957.

Pada FGD tersebut, Sarwono mengurai bahasan bonus demografi dari ragam perspektif dan pendekatan, baik pengaruh sosio-budaya, ekonomi, dan politik dalam negeri maupun luar negeri, terutama perubahan iklim. ‘…harus diingat dampak perubahan iklim itu sangat besar terhadap lingkungan kehidupan manusia. Prinsip dasarnya tidak ada seorang manusia pun yang tidak bergantung kehidupannya kepada alam, pun demikian setiap bangsa. Oleh karena apa yang terjadi dengan perubahan iklim maka secara langsung berpengaruh terhadap pola pikir, emosi, tindak perilaku manusia…dan itu sudah terbukti’ ujarnya.

Lebih lanjut, Sarwono juga menyinggung gambaran bahwa masih sedikitnya para pemimpin memperhatikan hal itu, bahkan sekelas Presiden Amerika, Donald Trump, salah satu diantaranya.

Di akhir paparannya, Sarwono mengajak Kosgoro untuk bersama bergandengan tangan dengan YBB untuk melakukan sosialisasi dan upaya-upaya nyata agar besarnya usia produktif benar-benar bisa menjadi bonus bagi bangsa Indonesia.

Pada kesempatan terpisah, Sarwono berharap YBB bisa bekerjasama dengan organisasi kemasyarakatan lainnya selain Kosgoro. ‘…kami perlu mitra kerja, memperkuat dan memperluas jaringan dengan banyak pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan papan nasional lainnya…’

Kegiatan YBB untuk memperluas jaringan juga di-iya-kan oleh sekretaris eksekutif YBB. ‘…siang tadi sebelum mendampingi pak Sarwono, kami bertemu dengan Demography Forum yang diinisiasi oleh FISIP UGM. Mudah-mudahan bisa terbangun sinerji program dengan forum tersebut. kebetulan YBB dan Demography Forum memiliki kesamaan pandang soal bonus demografi. Pada waktu bersamaan, kami akan menyelenggarakan Annual Conference, pun DF juga akan melaksanakan International Conference menyoal Bonus Demografi…’ ujar Indragara.

sb: dodotjagoer//