Celoteh

Perlukah UAN Di Lanjutkan ?

UAN SUATU KENISCAYAAN

Sekarang ada pendapat hapus UAN, teruskan UAN atau bagaimana sebaiknya?

Indonesia menganut sistem otonomi daerah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini bagus, di negara manapun yang menganut hal yang serupa, otonomi daerah tidak berarti lepas dari pemerintah pusat tetapi harus memberi kontribusi satu sama lain. Demikian juga di Indonesia. Khususnya UAN suatu alat ukur untuk melihat sejauh mana prestasi anak-anak di suatu daerah atau sekolah maju atau masih tertinggal, apa sebabnya dan bagaimana memperbaikinya, itu prinsipnya. Misalnya UAN di sebuah kota rata2 60% dan di kota lain 90%, Apa sebabnya? Lihat yang berprestasi dulu, ternyata setelah diteliti fasilitasnya baik, bersih dan tertib. Guru-gurunya mempunyai semangat kerja dan etika kerja yang baik sehingga proses pendidikan berjalan baik. Manajemen perpustakaan dibanjiri anak-anak belajar di situ maupun pinjam buku bagus. Kegiatan ektra kelas baik, olah raga anak-anak maupun guru berjalan dengan baik, demikian juga kegiatan kesenian berjalam lancar. Oh pantas prestasi siswanya baik.

Sedangkan sekolah yang satu lagi kelas kumuh, guru kurang semangat dan ngajarnya bidang studi apa saja, fasilitas perpustakaan kurang dan sebagainya. Pantas prestasi muridnya tidak tinggi alias paspasan. Disinilah perlunya UAN sebagai alat diagnosis dan konseling dan untuk memetakan keadaan sekolah atau daerah untuk perbaikan. Sekolah yang kurang fasilitasnya dapat dikomunikasikan kepada distrik atau pemerintah kabupaten/kota atau ke sekolah yang bersangkutan. UAN bukan hanya sekadar untuk keluluskan saja. Memang anak yang lulus UAN satu prestasi yang dibanggakan baik oleh orang tua maupun sekolah. Anak yang tidak lulus dilihat pekerjaan sehari-hari kalau masih mungkin kenapa tidak diluluskan toh Indonesia telah menganut Manajemen BerbasisSekolah fungsikanlah. Tetapi kalau memang anaknya tidak mau belajar alias malas biar saja jadi pelajaran sebagai hukuman untuk mengulang.

UAN sebenarnya satu alat evaluasi yang sangat penting suatu keharusan baik untuk prestasi maupun alat remedikal atau konseling. Tentu harus ada bank soal yang membuat soal ujian yang sahih oleh orang yang ahli baik ahli pendidikan maupun ahli bidang studi sehingga mempunyai alat ukuran penilaian yang baik. Di Amerika ada yang disebut ”Testing Servisis” yang berfungsi semacam UAN. Daerah atau sekolah berlomba ingin ditesting untuk melihat kedudukan daeranya atau sekolahnya dalam prestasi belajar. Sekolah dan daerah yang memperoleh prestasi tinggi tentu jadi kebanggaan baik bagi murid, orang tua, sekolah atau Dinas Pendidikan dan Pemerintah setempat. Tetapi bagi yang kurang menjadi cambuk untuk memperbaikinya denga sungguh-sungguh di mana letak kekurangannya. Guidance and Counselingbaik bimbingan belajar maupun bimbingan karir berperan besar tidak hanya mendapat julukan ”guru cicing”.

Tentu ada beberapa persyaratan kalau UAN mau diadakan supaya bermakna dan disenangi oleh pemerintah maupun masyarakat pemakai jasa pendidikan, di antaranya: 1. Latar belakang perlunya UAN perlu dipertimbangkan baik-baik. 2. Menetapkan tujuan dan keluaran yang diharapkan. Apakah untuk ujian akhir sebagai harga mati atau untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan suasana yang baik tapi obyektif. Sebaiknya alternatif ini dijadikan tujuan UAN. 3. Tim pembuat soal yang sahih baik ahli pendidikan maupun ahli bidang studi. 4. Jujur, tidak ada rekayasa untuk mendapat nilai tinggi dengan jalan membantu anak dengan berbagai cara. 5. Tiap daerah diadakan dalam waktu yang bersamaan tak perlu sama betul. 6. Manajemen yang profesional baik perencanaan, pelaksanaan maupun pengawasan yang efektif dan efisien.

Jadi? Lanjutkan UAN, kesampingkan pikiran untuk meniadakan UAN agar kita tetap memiliki alat evaluasi pendidikan yang berstandar dan terukur. Perbaiki kekurangannya, sempurnakan sistem dan pelaksanaannya…

Salam…