Inspirasi

Rintis Dari Gerobak Dorong

NILAM SARI, RINTIS USAHA DARI GEROBAK DORONG DEPAN TOKO

Ada banyak hal untuk suatu bisnis menjadi sukses, bahkan bisa merambah ke luar negeri. Owner and Marketing Director PT Baba Rafi Indonesia, Nilam Sari, menceritakan resepnya mengembangkan Kebab Turki Baba Rafi hingga bisa melebarkan sayap ke sembilan negara.

Menurutnya, ada beberapa inovasi yang dilakukan untuk membesarkan Kebab Turki Baba Rafi. Seperti manajemen yang kuat dalam mengembangkan franchise, pengembangan website/situs sehingga penjualan Baba Rafi tidak cuma offline namun juga merambah online, dan penggunaan SEO (Search Engine Optimization).

“Kita juga bersahabat baik dengan media. Dari segi outlet kita memperbarui outlet kita mengikuti market. Kita mencari apa yang lagi kekinian, seperti food truck itu kita ikutin. Kita berusaha mengikuti market seperti apa,” kata Nilam.

Lulusan komunikasi Universitas Airlangga ini menambahkan, Baba Rafi memiliki strategi untuk mendistribusikan bahan baku ke seluruh Indonesia hingga luar negeri. Di mana, perusahaannya berkomitmen untuk mendistribusikan bahan baku dalam bentuk beku (frozen), dan dikirimkan melalui transportasi yang memiliki strandardisasi frozen sehingga akan tetap terjaga kualitasnya.

Sementara, untuk distribusi ke luar negeri, Baba Rafi hanya mengirimkan bumbu yang akan diracik dengan daging. Sebab, jika bahan baku yang dikirim berupa daging dan tortila, maka biaya akan lebih mahal dan kualitas juga berkurang.

“Jadi untuk ke luar negeri kita kirim bumbunya saja, bumbunya sudah industrial, ada bumbu fresh juga dari lokal (negara bersangkutan). Kita kerja sama juga dengan pihak ketiga yang memproduksi daging dan tortila di lokal. Itu lebih mudah untuk mereka, kedua bahan baku lebih aman karena pake produk lokal, dan harga juga tidak kemahalan, jadi yang kita ekspor itu bumbu saja,” jelas Nilam.

Sementara itu, terkait bahan baku daging, Baba Rafi menggunakan produk impor dari Selandia Baru dan Australia. Menurutnya, pihaknya tidak bisa memakai daging sapi segar yang baru dipotong karena akan mengalami pembusukan.

“Biasanya kalau di Indonesia, sapi potong itu, pagi dipotong siang dibawa ke pasar, jadi diperjalanan sudah ada proses pembusukan. Nah yang kita butuhkan itu yang industrial, yang dipotong itu langsung masuk ke freezer (lemari pendingin). Itu yang kita butuhkan yang meminimalisir pembusukan,” ujarnya.

Wanita kelahiran 1982 ini melanjutkan, dengan strategi tersebut, Baba Rafi akan kembali ekspansi ke berbagai negara, seperti Pakistan dan Thailand. Dia menargetkan Baba Rafi bisa hadir di kedua negara tersebut di tahun ini. Selain itu, Baba Rafi juga akan mengembangkan sistem daring atau online, mengingat digitalisasi memberikan potensi bisnis yang besar.

“Ke depan kita akan banyak memberikan produk yang healthy conscious jadi sekarang kita sudah ada gandum, kita juga ada black kebab yang menggunakan black charcoal itu bagus untuk mendetoksi tubuh. Tapi kadang orang Indonesia masih lebih senang untuk yang berbahan tepung. Jadi tantangan kita adalah mensosialisasikan bahwa gandum atau yang lainnya itu sama enaknya. Ini masalah edukasi,” tandasnya. [azz]

sumber: merdeka.com