SELAYANG PANDANG

PROLOG.

Berdasarkan data BPS tahun 2015, dilihat dari perbandingan rasio ketergantungan antara jumlah usia produktif (rentang usia 15-64 tahun) dengan usia tidak produktif (rentang usia <15 dan >64 tahun) telah telah berada pada kisaran 100 : 48.6 (seratus berbanding empatpuluh delapan koma enam). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa secara nasional Indonesia telah memasuki apa yang dikenal dengan era Bonus Demografi.

Era Bonus Demografi hanyalah merupakan sebuah peluang atau windows of opportunity. Ini berarti, jumlah penduduk usia produktif yang besar tidak secara otomatis atau pasti menjamin memberikan manfaat dan keuntungan keekonomian baik bagi anggota masyarakat maupun negara. Dengan demikian, era bonus demografi menyajikan dua pilihan yang tidak dapat dihindari, yakni apakah akan menjadi sebuah berkah, ataukah malah malapetaka.

Fenomena bonus demografi akan menjadi pilar peningkatan produktivitas suatu negara dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya manusia produktif. Dengan keberhasilan memanfaatkan peluang era bonus demografi maka pertumbuhan pendapatan perkapita akan meningkat yang berimbas pada perbaikan taraf hidup dan kesejahtera-an masyarakat. Demikian pula keuangan negara akan sehat sehingga pemerintah dapat lebih men-dayagunakan secara maksimal guna memajukan bangsa dan negara.

Pertanyaannya, apakah bonus demografi by default menjadi ‘hak’ setiap negara tanpa harus melakukan sesuatu ? Pasti tidak. Kalau penduduk produktif yang berjumlah besar tidak mampu berproduktif pasti akan menjadi bencana luar biasa bagi negara, karena penduduk yang tidak produktif akan menjadi benalu dan berujung pada tergerusnya daya saing bangsa dan engine of growth hanya menjadi mimpi belaka. Dengan demikian, peluang bonus demografi tersebut akan menjadi berkah dan atau bencana, sepenuhnya bergantung dari bagaimana kita mensikapi dan memanfaatkannya.

Menyadari arti penting dan nilai strategis dari era bonus demografi tersebut, pada tanggal 22 Juni 2015, beberapa tokoh nasional bermufakat mendirikan Yayasan Bhakti Bangsa sebagai wadah berbadan hukum yang mengemban semangat menumbuhkembangkan, menggalakkan kesadaran dan kepedulian komponen bangsa tentang perlunya kita melakukan penguatan karakter dan kompetensi sumber daya manusia agar peluang bonus demografi dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, sehingga besarnya jumlah penduduk usia produktif kita benar-benar mampu mendorong keberhasilan pencapaian kesejahteraan masyarakat.

LEGALITAS.

Sebagai organisasi berbadan hukum, Yayasan Bhakti Bangsa dikukuhkan dengan Akte Notaris; 04.-, Notaris DR. Fitra Deni, SH.,MKn.,M.Si, tertanggal 22 Juni 2015. Dan, pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, nomor: AHU-0009058.AH.01.04.Tahun 2015, tertanggal 01 Juli 2015. 

VISI YBB.

Terwujudnya kesadaran dan kepedulian untuk melakukan penguatan kompetensi sumber daya manusia Indonesia dan karakter bangsa dalam memanfaatkan peluang bonus demografi.

STRATEGI.

  1. Pendekatan sosialisasi informatif dengan memaksimumkan media elektronik dan cetak, termasuk media ruang terbuka.
  2. Pengembangan jaringan dan kemitraan baik dengan pemerintah, organisasi sosial kemasyarakatan, kalangan dunia usaha/industri, dan dunia pendidikan dalam konteks advokasi dan edukasi.
  3. Mengupayakan terwujudnya Pusat Pengembangan Keterampilan (Skill Development Center) di wilayah dan daerah guna tercapainya upaya penguatan sumber daya manusia sebagai substansi dari peningkatan daya saing.
  4. Mengedepankan orientasi gerakan sosial (social movement) untuk membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat akan bonus demografi, diantaranya, melalui pembentukkan Komunitas Peduli Bonus Demografi.

PERSONALIA.

Badan Pembina :
Sofyan. A. Djalil, SH.,MA
Ir. T.P. Rachmat.

Badan Pengurus :
Ketua Umum : Ir. Sarwono Kusumaatmadja,
Ketua I : Ir. D. Aditya Sumanagara,
Ketua II : Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D,
Sekretaris Umum: Dr. Bambang Wasito Adi,SH.,M.Sc,
Sekretaris I : E.S. Indragara,
Bendahara Umum : Dr. Suryani Motik, MBA,
Bendahara I : Dhini Hidayati,
Bendahara II : Veronika Wiyarsi.

Badan Pengawas:

Supramu Santoso,
Erry R. Hardjapamekas,
Drs. Aminuddin Nurdin.
 

SEKRETARIAT.
Service Office: Jalan Raya Pasar Minggu, No. 10 A, Jakarta Selatan.
telepon : 08551435113 – 085695723941
e-mail: ybb@bonusdemografi.or.id; ybhaktibangsa@gmail.com
website: http://www.bonusdemografi.or.id