Berita

Sinerji Program YBB – UI

Kemitraan UI - YBB (2)

MENJALIN SINERGI PROGRAM YBB – UI

ybb, 24 Mei 2017,— Yayasan Bhakti Bangsa (YBB) kian memantapkan diri untuk berpartisipasi aktif dalam menjawab tantangan era bonus demografi, setelah kemarin (23/05/17), Ketua Umum YBB, Ir. Sarwono Kusumaatmadja, membubuhi tandatanganya pada lembaran MoU (memorandum of understading) dengan Universitas Indonesia.

Dalam pertemuanya dengan Rektor Universitas Indonesia, beberapa waktu lalu, baik Sarwono Kusumaatmadja maupun M. Anis, mengungkap kesamaan pendapat dan pandangan tentang urgensi-nya kesungguhan penanganan peluang di era bonus demografi yang hanya sekali dialami oleh bangsa Indonesia. ‘…kita didesak oleh waktu periodesasi yang sangat sempit, oleh karenanya persoalan era bonus demografi ini bukan lagi sekedar penting melainkan sudah pada tahap mendesak, urgent. Jika lengah maka kita menghadapi bahaya yang merisaukan…’ ungkap Sarwono pada pertemuan tersebut yang di-amini oleh Rektor UI.

Atas dasar kesamaan pandang dan pendapat tersebut, menurut Indragara selaku sekretaris eksekutif YBB, kedua belah pihak, yakni YBB dan Universitas Indonesia bersepakat untuk menjalin sinerji program sebagai bagian dari kontribusi bersama bagi bangsa dan Negara.

Lebih lanjut Indragara menjelaskan langkah selanjutnya pasca ditandatangani MoU itu. ‘…kami tidak ingin MoU yang sangat berarti ini nantinya hanya jadi tumpukan arsip oleh karena itu dalam waktu dekat akan ditindaklanjuti bentuk nyata melalui penandatanganan LoI (Letter of Implemetation) dengan pihak Lembaga Demografi FEB Universitas Indonesia. Dan, salah satu yang dalam waktu dekat akan kami garap bersama adalah penyelenggaraan kegiatan diskusi nasional guna membedah lebih dalam dan tajam sekaligus mencari jawaban atas kebijakan nasional pada saat beban puncak dan pasca beban puncak era bonus demografi nanti, secara holistik, komprehensif, dan terukur…’ jelasnya.

Pembicaraan awal dan penyamaan persepsi antara YBB dengan Lembaga Demografi FEB Universitas Indonesia memang telah dilakukan beberapa kali selepas pertemuan di gedung Rektorat Universitas Indonesia, Maret 2017.

Penandatanganan MoU (nomor: 005/MoU/YBB/2017 dan nomor: 33/NKB/R/UI/2017) kedua belah pihak dilakukan secara desk to desk, mengingat padatnya agenda baik dari M. Anies maupun Sarwono. ‘….dengan tidak mengurangi sama sekali makna MoU, penandatanganan MoU disekapati dilaksanakan dengan cara desk to desk, tanpa seremoni, ya karena itu tadi selain kesibukan kami juga lebih melihat pada aspek efektifitas kerja…’ menurut Indragara, yang penting adalah bagaimana MoU tersebut kemudian direalisir kedalam kegiatan-kegiatan yang jelas, nyata, dan bermanfaat untuk semua pihak, terutama masyarakat.

Adapun ruang lingkup MoU yang disepakati terdiri dari 6 (enam) butir, yakni; (1). Penyelenggaraan Pendidikan, Pelatihan, Pengabdian kepada Masyarakat; (2). Penyelenggaraan kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya; (3). Penyelenggaraan kegiatan ilmiah, kajian ilmiah, seminar, dan loka karya; (4). Peningkatan dan Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia; (5). Penyelenggaraan pelatihan, kemitraan teknis, dan lainnya yang terkait dengan bonus demografi, dan; (6). Kegiatan lain yang disepakati oleh para pihak (kedua belah pihak—red).

sb: dodotjigandjoer//