Berita

ToT Capacity Building

ToTKPBD1

MENINGKATKAN KAPASITAS KPBD

ybb, 16 Mei 2017,— Sarwono Kusumaatmadja menekankan pentingnya kreatifitas dan inovasi KPBD agar dapat menarik minat masyarakat luas. ‘…yang terpenting adalah bagaimana kita mampu menyajikan ide-ide inovatif dan kreatif…agak nyeleneh, futuristik, atau ide-ide yang mungkin untuk kondisi sekarang bisa dibilang aneh atau tidak umum namun kita tidak tahu siapa tahu untuk di masa mendatang justru ide itu mungkin berkembang. Intinya, kita, KPBD harus berani berpikir tidak umum sebab yang umum sekarang mungkin di waktu ke depan malah menjadi tidak umum lagi. Jadi berselancar dengan keberanian berpikir dan menemukan ide konstruktif sangat diperlukan…’ ujarnya saat memberikan materi pembuka di kegiatan pelatihan (training of trainer) pengurus KPBD, di Sekolah Putera Pertiwi, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa (16/05/2017).

Sarwono juga menjelaskan bahwa dalam perspektif organisasi modern pola program lebih bertumpu pada pengembangan program yang bersifat bottom up. ‘…untuk saat sekarang, pola program kerja yang bersifat top down sudah kadaluarsa dan jauh dari efektif. program yang berhasil itu biasanya justru lahir dari hati dan pemikiran dari bawah karena hal tersebut akan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan nyata serta dapat dilaksanakan oleh operatornya. Setiap daerah tentu memiliki potensi yang berbeda satu sama lainnya sehingga pendekatannya pun pasti akan berbeda pula. Itu sebab, YBB menyerahkan perencanaan dan penyusunan program bergantung pada masing-masing KPBD…’ jelasnya. Lebih lanjut Sarwono mengharapkan dengan penyelenggaraan pelatihan tersebut, para pengurus KPBD dapat merumuskan program kerja yang terencana, terukur dan memenuhi standar teknik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Sarwono, small dan smart merupakan dua karakteristik KPBD. ‘…untuk mendukung kelincahan gerak, keanggotan organisasi KPBD itu tidak perlu gemuk namun yang penting justru secara kuantitas dia harus banyak tersebar di daerah-daerah, di kabupaten, kota dan kalau mungkin sampai ke kecamatan/desa… kepengurusan beranting dari pusat sampai ke daerah malah akan kontraproduktif, oleh karenanya lebih baik KPBD itu kecil dan cerdik sehingga kelincahan gerak organisasinya akan lebih cepat mampu menjawab kebutuhan dan solutif…’

Pelatihan (training of trainer) capacity buiding diselenggarakan oleh Yayasan Bhakti Bangsa ditujukan, diantaranya, untuk memberikan bekal tambahan bagi para pengurus KPBD daerah guna membantu dalam membuat dan menyusun program kerja masing-masing KPBD. Rencananya kegiatan tersebut akan berlangsung selama 3 (tiga) hari dari tanggal 16 sampai 18 Mei 2017. Selain Sarwono, pemateri lainnya Prof. Asep Saefuddin, Hendra Koesnoto, Edi (CISDI), Supramu Santosa, dan D. Aditya Sumanagara.

Kegiatan pelatihan diikuti oleh 10 (sepuluh) KPBD dari berbagai daerah, yaitu dari Pekanbaru, Tangerang Selatan, Kota Bogor, Kuningan, Magelang, Sragen, Madiun, Jombang, jember, dan Banyuwangi. Sedang KPBD dari daerah Yogyakarta berhalangan hadir karena pada saat bersamaan sedang ada kegiatan tersendiri.

Pelatihan untuk kali pertama diselenggarakan YBB bekerjasama dengan KPBD Bhakti Pertiwi (Tangerang Selatan) dipusatkan di Sekolah Putera Pertiwi, jalan raya pondok cabe 57, Pamulang – Tangerang Selatan.

sb: esispr//